Kemenkes Tegaskan Lebih dari 1 Juta Kematian Global akibat Resistansi Antimikroba

BITVonline.com - Kamis, 22 Agustus 2024 04:26 WIB

JAKARTA –Sebagai bagian dari upaya global untuk mencegah kematian akibat resistansi antimikroba (AMR), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) bersama World Health Organization (WHO) telah meluncurkan Strategi Nasional (Stranas) Pengendalian Resistansi Antimikroba untuk periode 2025-2029. Peluncuran ini berlangsung di Hotel JW Marriott, Jakarta, pada Senin (19/8/2024).

Peluncuran Stranas Pengendalian Resistansi Antimikroba ini menandai langkah signifikan dalam penanganan masalah AMR yang kian mengkhawatirkan. Acara ini turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dari sektor kesehatan dan lembaga internasional, yang menunjukkan komitmen bersama dalam menghadapi tantangan AMR.

Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, menekankan bahwa peluncuran strategi ini merupakan kesempatan untuk mengevaluasi dan belajar dari kesalahan masa lalu serta memperkuat upaya pencegahan terhadap resistansi antimikroba. Prof. Dante menjelaskan bahwa Stranas ini dirancang berdasarkan tiga landasan utama: tata kelola yang efektif, informasi strategis, serta sistem evaluasi eksternal.

“Strategi ini dibangun dengan empat pilar penting: pencegahan penyakit infeksi, akses terhadap layanan kesehatan esensial, diagnosis yang tepat waktu dan akurat, serta pengobatan yang tepat dan berkualitas,” ujar Prof. Dante dalam sambutannya. Ia berharap bahwa peluncuran Stranas ini akan menjadi harapan baru untuk menyelamatkan jutaan orang di masa depan dan mengurangi dampak negatif AMR.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, dr. Azhar Jaya, S.H., SKM, MARS, menyoroti besarnya ancaman global dari AMR. Ia menyebutkan bahwa pada tahun 2019, sekitar 1,27 juta kematian disebabkan oleh AMR, dan angka tersebut diperkirakan akan meningkat drastis menjadi 10 juta kematian pada tahun 2050 jika tidak ada tindakan yang efektif. “Ini adalah ancaman serius, terutama bagi negara kita. Jika kita tidak menangani masalah ini dengan baik, akan menimbulkan permasalahan besar di Indonesia,” jelas dr. Azhar.

Stranas Pengendalian Resistansi Antimikroba mencakup 14 intervensi utama yang akan menjadi landasan dalam menyusun rencana aksi nasional pengendalian AMR lintas sektor untuk periode 2025–2029. Strategi ini diharapkan dapat mengarahkan upaya pencegahan dan penanganan AMR secara lebih sistematis dan terintegrasi.

Plt. Team Lead untuk Sistem Kesehatan WHO, Prof. Roderick Salenga, juga memberikan tanggapan positif terhadap peluncuran Stranas ini. Prof. Salenga menegaskan bahwa strategi ini didasarkan pada pendekatan berorientasi manusia dari WHO, yang bertujuan untuk mengatasi hambatan-hambatan dalam akses terhadap layanan kesehatan. “Pendekatan ini memprioritaskan akses dan keadilan, yang merupakan nilai-nilai penting dalam transformasi kesehatan,” kata Prof. Salenga. Ia menambahkan bahwa kepemimpinan Indonesia diharapkan dapat menginspirasi tidak hanya kesadaran tetapi juga tindakan nyata dalam menghadapi AMR.

Peluncuran Stranas ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam upaya pencegahan dan pengendalian AMR di Indonesia, serta memperkuat komitmen global dalam menghadapi salah satu tantangan kesehatan paling mendesak saat ini.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Berita

Eks Menhut MS Kaban: Terlalu Besar "Cost" Turunkan Prabowo di Tengah Jalan, Semua Elemen Bangsa Harus Bersatu

Berita

Mantan Sekretaris PAC PDIP Medan: DPC PDIP Medan Harus Evaluasi Kepemimpinan dan Gelar Konfercab Ulang

Berita

Polda Bali Pastikan Kesiapan Operasi Ketupat 2026, Tim Wasops Polri Tinjau Persiapan

Berita

Transisi Energi Indonesia: Teknologi Nuklir Garam Cair Jadi Solusi untuk Ketahanan Energi Bersih

Berita

Tiga Hakim PN Binjai Dilaporkan ke Polda Sumut Terkait Dugaan Kelalaian Profesional dalam Sengketa Tanah

Berita

Pejuang Energi Pertamina Hulu Indonesia Jaga Ketahanan Energi Nasional Selama Idulfitri, Pastikan Pasokan Tak Terhenti