SUMUT -Pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi dan Hasan Basri Sagala, resmi mendaftarkan diri sebagai peserta Pilgub Sumut 2024 di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumut, hari ini, Kamis (29/8/2024). Pendaftaran ini merupakan langkah awal dari perjalanan politik mereka menuju kursi gubernur dan wakil gubernur.
Edy Rahmayadi, yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Sumut, dan Hasan Basri Sagala, yang merupakan mantan Wakil Ketua DPRD Sumut, maju dengan dukungan dari enam partai politik, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Hanura, Partai Umat, Partai Gelora, Partai Buruh, dan Partai Kebangkitan Nasional (PKN). Pasangan ini akan bersaing dengan pasangan calon lainnya, Bobby Nasution-Surya, yang diusung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.
Dalam konteks pilkada, penting untuk memahami latar belakang finansial para calon. Berdasarkan data dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dipublikasikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Edy Rahmayadi telah mengajukan delapan laporan harta kekayaan sepanjang kariernya. Laporan terakhir, yang disampaikan pada 2 Februari 2023 untuk periode 2022 saat Edy masih menjabat sebagai Gubernur Sumut, mengungkapkan bahwa harta kekayaan Edy Rahmayadi mencapai Rp 16.298.687.262.
Rincian dari laporan harta kekayaan tersebut adalah sebagai berikut:
Tanah dan Bangunan: Edy Rahmayadi memiliki 11 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di beberapa lokasi, termasuk Deli Serdang, Kampar, Bogor, Medan, dan Binjai. Total nilai dari properti-properti ini mencapai Rp 13.084.410.000.Harta Bergerak Lainnya: Harta bergerak yang dimiliki Edy terdaftar senilai Rp 189.200.000.Kas dan Setara Kas: Total nilai kas dan setara kas Edy Rahmayadi adalah Rp 3.025.077.262.
Dalam laporan tersebut, tidak tercatat adanya kendaraan yang dimiliki oleh Edy. Begitu pula dengan utang, yang juga tidak dicantumkan dalam laporan kekayaan tersebut.
Pendaftaran Edy Rahmayadi dan Hasan Basri Sagala sebagai calon gubernur dan wakil gubernur ini menandai awal dari persaingan sengit dalam Pilgub Sumut 2024. Dengan dukungan dari berbagai partai politik dan pengalaman yang dimiliki, Edy Rahmayadi berusaha memperkuat posisinya dalam kontestasi politik ini, sembari menunjukkan keterbukaan terkait harta kekayaannya sebagai bagian dari transparansi dan akuntabilitas publik.
Sementara itu, pasangan Bobby Nasution-Surya yang diusung oleh KIM Plus juga merupakan kompetitor utama dalam pilkada ini, membuat persaingan menjadi semakin ketat. Kedua pasangan calon akan memulai masa kampanye mereka untuk memenangkan dukungan masyarakat dan meraih kursi gubernur serta wakil gubernur pada pemilihan yang akan datang.
(N/014)