9 Murid SD di Kampar, Riau, Dilarikan ke Puskesmas Diduga Keracunan Makanan Pedas

BITVonline.com - Jumat, 01 November 2024 10:41 WIB

RIAU –Sejumlah murid SDN 002 Terpadu di Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, diduga mengalami keracunan makanan, dengan sembilan anak dilarikan ke Puskesmas Kuok untuk mendapatkan perawatan medis. Kapolsek Bangkinang Barat, Iptu Rian Onel, mengkonfirmasi kejadian ini, menyebutkan bahwa murid yang terlibat adalah dari kelas I dan III.

Menurut informasi, insiden ini terjadi pada Kamis (31/10/2024) sekitar pukul 08.30 WIB. Kejadian bermula ketika seorang murid kelas III, berinisial AK, mengeluhkan pusing dan mual saat pelajaran berlangsung. AK kemudian dibawa ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Tak lama setelah itu, sejumlah murid lainnya juga mulai merasakan gejala serupa, termasuk sesak napas dan muntah-muntah.

Atas kondisi yang mengkhawatirkan ini, pihak sekolah segera menghubungi orang tua dan membawa anak-anak yang mengalami gejala keracunan ke Puskesmas Kuok untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. “Di puskesmas, anak-anak langsung diberi tindakan medis, obat, dan diobservasi selama kurang lebih satu jam. Setelah dinyatakan stabil, mereka diperbolehkan pulang,” jelas Iptu Rian.

Menurut penjelasan dari Kepala Sekolah SDN 002 Terpadu, Nur Afrida, para murid yang mengalami keracunan diduga mengkonsumsi makanan pedas yang dibawa dari rumah. Makanan tersebut kabarnya dibeli oleh salah satu murid di sekolah MDA dan dijual kembali kepada teman-temannya dengan harga Rp1.000. “Setelah mengkonsumsi makanan tersebut, anak-anak mengalami pusing hingga muntah-muntah,” tambah Nur Afrida.

Pihak kepolisian setempat, setelah mendengar laporan ini, segera melakukan penyelidikan. Beberapa barang bukti terkait kejadian tersebut, termasuk sisa makanan yang dikonsumsi para murid, diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Sampel sisa makanan sudah dibawa oleh pihak Puskesmas Kuok ke Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar untuk diuji di laboratorium,” kata Iptu Rian.

Pihak berwenang akan terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti keracunan dan memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Sementara itu, orang tua dan masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap makanan yang diberikan kepada anak-anak mereka, terutama saat berada di lingkungan sekolah.

Dengan adanya insiden ini, diharapkan langkah preventif akan diambil oleh pihak sekolah dan dinas terkait untuk memastikan keamanan dan kesehatan siswa, serta untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya makanan yang aman dan sehat bagi anak-anak.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Berita

BGN Tegaskan Kematian Siswa MIN 2 Bengkulu Utara Tak Terkait Program MBG

Berita

Aplikasi Wonderland Dreams Diklaim Beri Saldo DANA Gratis, Simak Cara dan Risikonya!

Berita

Oknum TNI Diduga Terlibat dalam Kasus Tambang Ilegal Madina–Tapsel, Polda Sumut Selidiki

Berita

Elite Politik Berkumpul di Istana, Ada Apa di Balik Undangan Prabowo?

Berita

Dukung Kemandirian Warga Binaan, Lapas Labuhan Ruku Resmikan Gerai Produk UMKM di Kantor Imigrasi Tanjung Balai Asahan

Berita

Satu Keluarga WN Irak Coba Masuk Bali Pakai Paspor Belgia Palsu, Langsung Dideportasi