Jaksa Agung ST Burhanuddin: Oknum Jaksa Nakal Masih Ada, Namun Persentasenya Menurun

BITVonline.com - Kamis, 07 November 2024 04:52 WIB

JAKARTA –Jaksa Agung ST Burhanuddin mengungkapkan bahwa meskipun masih ada oknum jaksa yang nakal, persentase kejadian tersebut kini semakin menurun. Hal ini disampaikan Burhanuddin dalam rapat koordinasi nasional (Rakornas) antara pemerintah pusat dan daerah yang digelar di Sentul, Bogor, Kamis (7/11/2024). Dalam kesempatan tersebut, Jaksa Agung juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang bersih sebagai langkah awal dalam pemberantasan korupsi.

Bersih-Bersih Dimulai dari Diri Sendiri

Dalam sambutannya, Burhanuddin berbicara tentang pentingnya integritas seorang pemimpin dalam memimpin sebuah institusi. Menurutnya, jika seorang pemimpin di daerah atau di tingkat manapun memiliki komitmen untuk bersih dari korupsi, maka anak buahnya pun akan lebih takut untuk melakukan tindakan tercela. “Seorang pimpinan di daerah atau di manapun, kalau pimpinannya bersih, yakinlah anak buah kalian akan takut melakukan pembuatan tercela. Tapi kalau pimpinan kerjanya korup, di bawah adalah rampok, ingat itu. Mari kita berantas korupsi dari diri sendiri,” tegasnya.

Jaksa Agung juga menyinggung mengenai perjuangannya untuk memberantas praktek-praktek korupsi dalam tubuh Kejaksaan sejak awal menjabat lima tahun lalu. “Sering saya sampaikan lima tahun lalu, saat saya pertama kali masuk ke kabinet, bahwa untuk membersihkan halaman, diperlukan sapu yang bersih. Maka apa yang saya lakukan? Saya bersih-bersih dulu di kejaksaan,” ungkapnya.

Kejaksaan Semakin Bersih dari Oknum Nakal

Meskipun masih ada oknum-oknum nakal di tubuh Kejaksaan, Burhanuddin merasa optimis bahwa persentase kejadian tersebut sudah jauh berkurang dibandingkan sebelumnya. “Walaupun jujur sampai saat ini juga, masih ada aja jaksa yang masih nakal, kita akui. Tetapi persentasenya mulai menurun,” ujar Burhanuddin.

Dia berharap agar seluruh jajaran Kejaksaan, mulai dari yang paling atas hingga ke tingkat bawah, dapat menjadi contoh bagi institusi lainnya dalam menunjukkan integritas dan kedisiplinan. “Saya harapkan kalian sebagai sapu para jaksa, bersihkan dirimu sendiri, berikan contoh kepada institusi lain bahwa kalian adalah contoh penegak hukum yang dicintai masyarakat,” lanjut Burhanuddin.

Tantangan ke Depan: Terus Menjaga Integritas dan Profesionalisme

Burhanuddin mengingatkan bahwa meskipun telah banyak upaya yang dilakukan untuk membersihkan Kejaksaan dari oknum-oknum yang nakal, pekerjaan ini belum selesai. Menurutnya, proses pembersihan tidak hanya menjadi tanggung jawab pimpinan, tetapi juga menjadi tugas seluruh aparat penegak hukum, termasuk jaksa di lapangan. Dalam konteks ini, Kejaksaan diharapkan terus menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya, terutama dalam hal pemberantasan korupsi dan penegakan hukum yang berkeadilan.

“Korupsi adalah musuh besar bangsa ini. Kita harus berjuang terus-menerus untuk memastikan bahwa Kejaksaan tetap menjadi institusi yang dipercaya oleh masyarakat,” tegas Burhanuddin.

Kepemimpinan yang Bersih untuk Menjadi Teladan

Dalam kesempatan yang sama, Burhanuddin juga menggarisbawahi pentingnya kepemimpinan yang bersih sebagai modal utama dalam menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari korupsi. Dia menekankan bahwa setiap pemimpin harus memberikan teladan yang baik agar bisa menginspirasi anak buahnya untuk melakukan hal yang sama. Sebab, jika pemimpin menunjukkan perilaku korup, maka akan menciptakan budaya yang merugikan dan meluas ke bawahannya.

“Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan masa depan bangsa. Sebagai penegak hukum, kita harus menjadi contoh bagi masyarakat. Jika kita tidak bisa memberi contoh yang baik, maka kepercayaan publik akan hilang,” jelas Burhanuddin.

Penurunan Persentase Oknum Nakal di Kejaksaan Sebagai Bukti Kemajuan

Meski pengakuan tentang adanya oknum jaksa yang masih melakukan tindak pidana korupsi tetap menjadi sorotan, penurunan persentase tersebut menunjukkan adanya kemajuan yang signifikan dalam tubuh Kejaksaan. Sebagai contoh, Burhanuddin menyebut bahwa selama kepemimpinannya, banyak perbaikan dalam sistem internal Kejaksaan, termasuk penerapan teknologi dan sistem pengawasan yang lebih ketat.

Selain itu, Burhanuddin juga menambahkan bahwa Kejaksaan telah memperketat proses rekrutmen untuk memastikan bahwa hanya mereka yang berintegritas tinggi yang dapat bergabung sebagai jaksa. “Ini adalah proses panjang, dan kami akan terus bekerja keras untuk memastikan Kejaksaan bebas dari korupsi,” tambahnya.

Dukungan untuk Kejaksaan yang Bersih

Dalam upaya untuk memperkuat sistem pencegahan korupsi, Burhanuddin juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus mendukung program-program pencegahan korupsi yang dilaksanakan oleh Kejaksaan. “Masyarakat harus ikut berperan aktif dalam mengawasi dan mendukung upaya pemberantasan korupsi. Jangan biarkan korupsi tumbuh subur di negeri ini,” ujarnya.

Burhanuddin berharap, melalui komitmen dan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat, Indonesia dapat mewujudkan sistem hukum yang bersih dan adil, di mana semua orang dapat merasakan manfaat dari penegakan hukum yang berintegritas.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Berita Terkait

Berita

Garuda Muda Tumbang 0-1 dari Australia, Gagal ke Final AFF U-19 2026

Berita

Timnas Indonesia U-19 Gagal ke Final Piala AFF Usai Takluk 0-1 dari Australia

Berita

Tito Karnavian Minta Pemda Percepat Data Huntap: Tanpa Data Lengkap, Pembangunan Tidak Bisa Dijalankan

Berita

Kapolda Aceh Terima Audiensi Pertamina, Bahas Pengamanan Distribusi BBM dan LPG

Berita

Saat BBM Nonsubsidi Naik di Tengah Rupiah Melemah

Berita

Bobby Nasution Ajak Seluruh Provinsi Perkuat Kolaborasi untuk Kendalikan Inflasi dan Stabilitas Harga Pangan