DELI SERDANG -Sebuah peristiwa penyerangan mengerikan terjadi di Desa Selamat, Desa Cinta Adil, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deliserdang, pada Jumat malam, 8 November 2024. Sebanyak puluhan pria berambut cepak dan berbadan tegap dilaporkan menyerang pemukiman warga, menyebabkan satu orang tewas dan beberapa lainnya mengalami luka-luka.
Meski masih dalam penyelidikan, informasi yang beredar menyebutkan bahwa penyerangan ini bermula dari cekcok antara seorang anggota TNI dari Batalyon Artileri Medan Armed 2/105 Kilap Sumagan dengan warga setempat. Cekcok tersebut kemudian memicu serangan balasan dari sejumlah rekan sang anggota TNI yang menyerang warga dengan brutal.
Menurut keterangan sejumlah saksi, penyerangan tersebut berlangsung pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari, menciptakan ketegangan dan ketakutan yang luar biasa di kalangan warga. Puluhan pria berpakaian preman dilaporkan mendatangi rumah-rumah warga dengan membawa senjata dan menyiksa mereka secara membabi buta.
“Suasana sangat mencekam, warga takut keluar rumah. Banyak yang terluka, bahkan ada yang terbawa dengan ambulans,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Sampai saat ini, Polsek Sibiru-biru mengonfirmasi bahwa satu orang warga meninggal dunia akibat penyerangan tersebut. Jenazah korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara TK II Medan untuk dilakukan autopsi.
“Yang meninggal satu orang, dan untuk korban luka belum diketahui jumlah pastinya,” ujar Kanit Reskrim Polsek Sibiru-biru, Ipda Natan Simatupang, saat dikonfirmasi, Sabtu pagi (9/11).
Sementara itu, ambulans terus beroperasi untuk mengevakuasi korban luka dari lokasi kejadian. Beberapa warga yang terluka parah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Hingga kini, pihak kepolisian belum dapat memastikan siapa pelaku utama penyerangan ini. Polsek Sibiru-biru dan Polres Deliserdang masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas para penyerang serta motif di balik peristiwa tersebut.
“Masih dalam penyelidikan, kami belum bisa memastikan siapa yang menyerang dan apa yang menjadi penyebabnya,” kata Ipda Simatupang.
Penyerangan ini telah menimbulkan kecemasan di kalangan warga sekitar, yang berharap agar polisi segera mengungkap fakta-fakta terkait peristiwa tersebut dan membawa para pelaku ke pengadilan.
Pihak berwenang terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk memastikan situasi kembali aman dan terkendali. Warga pun diminta untuk tetap tenang dan mempercayakan penyelesaian masalah ini kepada pihak kepolisian.
Dengan adanya korban jiwa dan luka-luka, banyak pihak yang berharap pemerintah desa serta aparat keamanan segera mengambil langkah-langkah tegas untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. Keamanan di wilayah tersebut saat ini diperketat untuk memastikan tidak ada kekerasan lebih lanjut.
Pihak keluarga korban yang meninggal dunia juga berharap agar proses hukum dijalankan dengan transparan dan adil.
Peristiwa ini masih akan terus berkembang, dan kami akan terus mengupdate informasi terkait seiring dengan perkembangan penyelidikan.
(N/014)