Menteri PPPA: Banyak Anak Indonesia Tidak Kenal Bangsanya Sendiri, Lebih Mengidolakan Figur Luar Negeri

Redaksi - Minggu, 08 Desember 2024 08:30 WIB

JAKARTA -Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengungkapkan keprihatinannya terkait banyaknya anak-anak Indonesia yang kurang mengenal identitas bangsanya sendiri. Hal ini, menurutnya, membuat generasi muda lebih mengidolakan figur-figur dari luar negeri daripada tokoh-tokoh dalam negeri.

“Masih banyak anak-anak kita yang kurang memahami budaya dan sejarah bangsa. Akibatnya, mereka lebih tertarik dengan sosok-sosok dari luar negeri yang sebenarnya tidak relevan dengan nilai-nilai bangsa kita,” ujar Arifah dalam acara “Gerakan Cinta Indonesia Sejak Dini” di Jakarta, Minggu (8/12/2024).

Arifah menyoroti pentingnya peran pendidikan dan keluarga dalam membentuk identitas anak. Ia mengajak orang tua dan guru untuk lebih proaktif mengenalkan sejarah, budaya, dan tokoh-tokoh bangsa kepada generasi muda.

“Keluarga adalah lingkungan pertama di mana anak belajar tentang nilai-nilai kebangsaan. Jika keluarga abai, maka anak akan mencari panutan di tempat lain, termasuk dari budaya asing yang tidak selalu sesuai dengan karakter bangsa kita,” jelasnya.

Selain itu, Arifah menilai kurikulum pendidikan di sekolah juga perlu memberikan porsi lebih besar pada pembelajaran terkait budaya dan sejarah Indonesia. Menurutnya, anak-anak harus diajarkan untuk bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia.

Arifah juga menyoroti pengaruh media sosial yang semakin mendominasi kehidupan anak-anak. Menurutnya, konten-konten yang diakses anak sering kali lebih banyak berasal dari luar negeri, yang akhirnya membentuk pola pikir dan selera mereka.

“Kita tidak bisa memungkiri bahwa media sosial memengaruhi cara anak-anak melihat dunia. Oleh karena itu, perlu ada upaya untuk menghadirkan lebih banyak konten lokal yang menarik, edukatif, dan sesuai dengan nilai-nilai budaya kita,” imbuhnya.

Sebagai langkah konkret, Kementerian PPPA telah meluncurkan program “Gerakan Cinta Indonesia Sejak Dini”. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak-anak tentang pentingnya mencintai budaya dan bangsa Indonesia.

“Melalui program ini, kami akan bekerja sama dengan sekolah, komunitas budaya, dan media untuk menciptakan kegiatan yang menarik bagi anak-anak. Kami ingin mereka lebih mengenal dan mencintai Indonesia,” tambah Arifah.

Arifah mengajak semua pihak, termasuk pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat umum, untuk berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang mencintai bangsa.

“Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Anak-anak adalah masa depan bangsa, dan mereka perlu dibekali dengan identitas yang kuat agar mampu membawa Indonesia menuju kejayaan,” tutupnya.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Berita

Warga Keluhkan Jalan Gelap di Hadapan Wali Kota Medan, Lurah Paya Pasir: Ciee, Curhat Dia Bah

Berita

Diduga Peras Kantor Imigrasi Polonia, Polrestabes Medan Tangkap Dua Oknum Mengatasnamakan LSM

Berita

NoFest 2026 Pecah! Dewa 19 feat Ello dan Virzha Sukses Hibur Ribuan Warga Medan

Berita

Dinas PPKB Tanjab Timur Perkuat Upaya Penurunan Stunting Lewat Program GEMAS

Berita

Sekda Aceh Buka Bimtek Penilaian Maladministrasi 2026, Tekankan Pelayanan Publik Harus Cepat, Adil, dan Transparan

Berita

Prabowo Ingatkan Lulusan IPDN 2026: Jangan Jadi Pemimpin Sombong!