Musa Rajekshah (Ijeck) Berduka atas Warga Pemuda Pancasila Yang Tewas Usai Ditangkap Polisi di Medan

BITVonline.com - Sabtu, 28 Desember 2024 02:44 WIB

Warning: getimagesize(https://bitvonline.com/cdn/uploads/images/2024/12musa-rajekshah-alias-ijeck-saat-bertemu-istri-korban-di-rumah-duka_169.jpeg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 172

MEDAN – Anggota DPR RI, Musa Rajekshah atau Ijeck, yang juga Ketua MPW Pemuda Pancasila (PP) Sumatera Utara (Sumut), mengunjungi rumah duka Budianto Sitepu (42) di Kabupaten Deli Serdang, Sumut. Budianto, yang merupakan Ketua Ranting Pemuda Pancasila Sei Semayang, meninggal dunia setelah ditangkap oleh personel Polrestabes Medan pada malam Natal, 24 Desember 2024.

Ijeck menyampaikan ucapan turut berdukacita atas meninggalnya almarhum Budianto melalui akun Instagram pribadinya. Ia juga menyampaikan doa agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan kekuatan. “Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa-dosa almarhum, diberikan rahmat serta mendapat tempat terbaik baginya di surga,” tulis Ijeck.

Dalam kesempatan tersebut, Ijeck hadir bersama sejumlah anggota Pemuda Pancasila lainnya. Mereka terlihat berbincang dengan istri Budianto, Dumaria Simangunsong, dan keluarga yang berduka.

Budianto Sitepu tewas setelah ditangkap oleh anggota Polrestabes Medan bersama dua rekannya pada malam Natal. Penangkapan tersebut terkait dengan insiden yang terjadi dua malam berturut-turut, saat Budianto dan teman-temannya mengonsumsi minuman keras di kedai dekat rumah mertua Ipda ID, salah seorang anggota Polrestabes Medan. Ketika terjadi keributan di lokasi, Ipda ID melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.

Kombes Gidion Arif Setyawan, Kapolrestabes Medan, mengungkapkan bahwa dalam proses penangkapan diduga terjadi kekerasan terhadap Budianto. Berdasarkan hasil visum et repertum (autopsi), ditemukan pendarahan pada otak, luka terbuka di rahang, serta luka di bagian mata yang diduga akibat benturan benda tumpul.

Keterangan saksi yang berada di lokasi kejadian juga mengindikasikan adanya kekerasan selama penangkapan, yang kemungkinan menyebabkan cedera pada Budianto. Dalam perjalanan menuju Polrestabes Medan, Budianto mengeluh muntah-muntah dan merasa tidak kuat. Ia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, namun nyawanya tidak tertolong dan meninggal pada Kamis (26/12) pagi.

Sebagai langkah lanjutan, Ipda ID dan enam anggota Polrestabes Medan lainnya telah ditempatkan khusus (Patsus) dan terancam menjalani sidang kode etik serta proses hukum pidana terkait dugaan kekerasan yang terjadi selama penangkapan.

Kematian Budianto ini menjadi perhatian publik, dan pihak kepolisian berjanji akan mendalami lebih lanjut kasus ini serta memastikan proses hukum berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Berita

Usai Konflik Timur Tengah, 24.022 Jemaah Umrah Indonesia Sukses Pulang ke Tanah Air

Berita

Skandal Pemerasan Polisi: Dirresnarkoba Polda NTT Dicopot, Diduga Terlibat Penyuapan Rp375 Juta

Berita

BNNP Sumut Amankan 48 Pengunjung Positif Narkoba di Diskotek Blue Night Langkat

Berita

Kondisi Sungai Batangtoru Memburuk, Tradisi Marpangir dan Mamasu Dahanon Terancam Hilang

Berita

PBB Desak Pengusutan Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Berita

Banjir Terjang Tapanuli Tengah, Ratusan Rumah Terendam, 11 Keluarga Dievakuasi