KPK Sita Pabrik Kelapa Sawit Milik Bupati Nonaktif Labuhanbatu!

BITVonline.com - Jumat, 03 Mei 2024 07:58 WIB

LABUHAN BATU -Guncangan besar terjadi di ranah politik Sumatera Utara ketika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan penyitaan pabrik kelapa sawit (PKS) yang diduga dibangun dari hasil rasuah atau suap. PKS tersebut milik Erik Adtrada Ritonga, Bupati Labuhanbatu, dan kini menjadi pusat sorotan dalam lingkaran kejahatan korupsi yang menggurita.

Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri, mengungkapkan dalam keterangan resminya bahwa PKS milik Bupati Erik Adtrada Ritonga terletak di Kelurahan Janji, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu. PKS yang disita memiliki luas lahan mencapai 14.027 meter persegi, dengan nilai yang diperkirakan mencapai Rp15 miliar. Namun, dibalik kemegahan tersebut terselip dugaan bahwa dana pembangunannya bersumber dari praktik korupsi yang melibatkan sang bupati dan rekannya.

“Pemasangan plang sita untuk menegaskan status aset yang dimaksud sebagai upaya mencegah klaim dari pihak-pihak tertentu,” kata Ali Fikri, menjelaskan langkah tegas yang diambil KPK untuk mengamankan aset yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi.

Sebagai informasi tambahan, beberapa waktu sebelumnya KPK telah menetapkan Erik Adtrada sebagai tersangka setelah terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT). Dugaan bahwa bupati ini menerima suap sebesar Rp1,7 miliar menjadi sorotan publik, terutama karena uang suap tersebut diduga disalurkan oleh Rudi Syahputra Ritonga, seorang anggota DPRD Labuhanbatu yang juga merupakan orang kepercayaan sang bupati.

Kisah korupsi yang merajalela tidak hanya mencoreng nama-nama pejabat, tetapi juga merugikan masyarakat dan negara secara keseluruhan. Keberanian KPK dalam mengungkap jejak-jejak korupsi ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat akan pentingnya menjaga integritas dan kejujuran dalam berbagai aspek kehidupan.

Dalam konteks yang lebih luas, kasus ini juga menggambarkan pentingnya sistem hukum yang kuat dan penegakan hukum yang adil untuk melindungi kepentingan publik dari praktik-praktik yang merugikan. Harapan untuk masa depan yang lebih bersih dan transparan tetap mengemuka, namun hal ini hanya dapat terwujud dengan kerja sama semua pihak dalam memerangi korupsi di segala tingkatan.

Dalam narasi ini, fokusnya adalah pada dampak korupsi dan peran KPK dalam mengungkap kasus tersebut. Apakah ada aspek tertentu yang ingin Anda tampilkan lebih mendalam atau ada sudut pandang khusus yang ingin diperjelas?

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Berita

Menlu Sugiono: Belum Ada Keputusan Soal Sosok Wakil Komandan ISF dari Indonesia

Berita

Setelah OTT, KPK Gelar Koordinasi Intensif dengan Kemenkeu dan Bea Cukai untuk Cegah Praktik Korupsi

Berita

Bupati Baharuddin Tinjau Langsung Pembangunan Penahan Tanah dan Bendungan Tanah Merah

Berita

Penangkapan Imam Masjid Al Aqsa, MPR Minta RI Turun Tangan di Dewan Perdamaian

Berita

Satgas Saber Pangan Bali Sidak Pasar dan Supermarket Jelang Ramadhan, Harga Bahan Pokok Stabil

Berita

Tragis! Bocah di Sukabumi Tewas Penuh Luka, Polisi Selidiki Dugaan Ibu Tiri Pelaku KDRT