Tak Mau Mengemis, Kisah Perjuangan Tukang Gali Demi Bertahan Hidup

BITVonline.com - Minggu, 05 Mei 2024 12:46 WIB

BEKASI -Dalam gemerlap kota metropolitan, di pinggiran jalan yang ramai, terdapat seorang kakek bernama Walim. Dengan usia yang telah menginjak 55 tahun, dia terlihat melamun di antara riuhnya kehidupan sekitarnya. Walim adalah seorang tukang gali yang sering menerima pekerjaan di sekitar Perumnas I, Kranji, Kota Bekasi, Jawa Barat. Bagi Walim, menggali tanah atau memotong rumput liar bukanlah sekadar pekerjaan biasa, melainkan merupakan usaha untuk menyambung hidup.

Namun, pekerjaan serabutan seperti itu adalah pilihan Walim untuk bertahan di tengah kota yang sibuk. Sebagai seorang perantau asal Brebes, hidup di kota besar bukanlah hal yang mudah baginya. Dia harus berjuang sendiri, tanpa bantuan dari keluarga. Walim mengungkapkan bahwa sudah lama dia hidup sendirian setelah istri dan anaknya pergi meninggalkannya.

“Walim tak mau mengemis,” begitu katanya. Dia lebih memilih untuk bekerja keras, meskipun harus menempuh perjalanan puluhan kilometer dengan hanya beralaskan sandal jepit. Arit dan cangkul yang diikat di sebatang bambu menjadi sahabat setianya dalam mengais rezeki.

Di usia senjanya, Walim tidak mengenal kata pensiun. Meskipun badannya kurus dan wajahnya keriput, semangatnya tetap berkobar. Dulu, dia mampu menghasilkan uang sekitar Rp200 ribu untuk pekerjaan serabutan yang dia lakukan. Namun, dua minggu terakhir ini, hidupnya menjadi semakin sulit karena dia kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Di balik tabir kehidupannya yang sulit, Walim juga memiliki sisi hati yang lembut. Meskipun hidup dalam keterbatasan, dia rela berutang ke warung agar bisa membeli sepiring nasi untuk menenangkan rasa laparnya. Seiring berjalannya waktu, Walim telah menjadi salah satu potret kaum marjinal di kawasan penyangga, di mana kehidupan sehari-hari dipenuhi dengan perjuangan mencari nafkah.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Bekasi Kota, persentase penduduk miskin di tahun 2023 mencapai 4,10 persen. Angka kemiskinan ini menandakan bahwa masih banyak orang seperti Walim yang harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Walim, dengan segala keterbatasannya, merupakan cerminan dari perjuangan dan ketabahan yang menginspirasi kita semua.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Berita

Tak Menyangka Ada Prosesi Injak Kepala Kerbau Saat Penerimaan Gelar Adat di Lampung, Jokowi: Wah Ini Nanti Ramai Ini

Berita

AHY: Pembangunan Lima Sekolah Rakyat Habiskan Anggaran Rp1,25 Triliun

Berita

5 Keistimewaan Bulan Muharram yang Wajib Diketahui Umat Islam

Berita

Terjaring OTT KPK, Bupati Langkat Syah Afandin Dinonaktifkan dari Ketua DPW PAN Sumut

Berita

APEKSI Minta Pemda Dilibatkan dalam Program MBG: Kami Tak Pernah Tahu SPPG Dibangun di Mana

Berita

Indonesia Kehilangan Hingga 80 Ribu Hektar Sawah per Tahun