Otorita IKN Beberkan Kendala Penyediaan Air di Ibu Kota Baru

BITVonline.com - Kamis, 23 Mei 2024 07:17 WIB

BITVONLINE.COM -Otorita Ibu Kota Negara (OIKN) mengungkapkan sejumlah kendala dalam penyediaan air bersih di Ibu Kota Nusantara. Hal ini disampaikan setelah Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menegaskan enggan pindah ke ibu kota baru sebelum tersedia air bersih yang memadai.

Kepala OIKN Bambang Susantono menekankan pentingnya air sebagai sumber kehidupan dan kesejahteraan. Namun, ia juga mengakui bahwa penyediaan air bersih di Nusantara membutuhkan kerja sama internasional untuk memastikan akses terhadap air bersih dan aman bagi semua penduduk.

“Air memang sangat penting. Kami memerlukan kerja sama internasional untuk memastikan setiap orang memiliki akses terhadap air bersih dan aman,” ujar Bambang dalam Bandung Spirit Water Summit di Bali, Selasa (21/5).

Bambang menjelaskan bahwa OIKN telah melakukan berbagai inisiatif untuk penyediaan air di IKN Nusantara. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemberdayaan embung-embung atau cekungan retensi alami, yang selama ini menjadi sumber air bersih bagi warga lokal.

“Dalam banyak kasus, embung-embung ini terletak di daerah yang digunakan bersama oleh berbagai desa dan komunitas,” ungkap Bambang.

Sebagai bagian dari Integrated Water Resources Management (IWRM) di Nusantara, pemerintah terus melibatkan berbagai kelompok dan komunitas dalam dialog dan konsultasi terkait pengelolaan embung-embung tersebut. Bambang juga menyatakan bahwa pihaknya telah berbicara dengan pemangku kepentingan internasional untuk menerapkan teknologi serta pengetahuan terbaru dalam pengelolaan air.

Salah satu teknologi yang dipilih adalah konsep sponge city, yang merupakan solusi berbasis alam untuk meningkatkan pasokan air bersih berkualitas tinggi dan memastikan keamanan air di IKN Nusantara.

“Sebagai bagian dari pengembangan kota pintar Nusantara, kami juga menerapkan teknologi seperti sistem peringatan dini untuk mengurangi korban jiwa dan meningkatkan ketahanan kota terhadap banjir,” jelas Bambang.

Tantangan dalam mengelola sumber daya air, lanjut Bambang, memang besar, tetapi tidak mustahil diatasi. Dengan merangkul prinsip-prinsip Semangat Bandung, ia yakin setiap orang dapat memiliki akses terhadap air bersih dan aman.

Bambang juga menegaskan bahwa penyediaan air bersih di IKN bersinergi dengan masyarakat setempat. OIKN bersama suku-suku lokal di Kalimantan, seperti Balik, Paser, dan Dayak, bekerja sama untuk melindungi sumber daya yang ada, termasuk air.

Masalah air bersih di IKN Nusantara sempat disinggung Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Ia menyatakan belum mau pindah ke sana jika tidak ada air bersih yang memadai.

“Kalau listrik bisa pakai genset, walaupun sekarang sudah ada PLN. Tapi kalau air, mau mandi pakai apa? Masa pakai air botolan, kan enggak,” kata Basuki.

Basuki menargetkan akses air bersih tersedia di IKN pada akhir Juni 2024. Ia menyebut teknologi yang digunakan untuk penyediaan air di IKN bukan hanya menghasilkan air bersih, tetapi juga aman dan siap minum. Air bersih ini akan dialirkan ke hotel, kantor, hingga rumah-rumah di IKN Nusantara.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Berita

Tiga Bulan Pasca Banjir, Desa Sibio-bio Tapteng Masih Terisolir: Jembatan Putus dan Listrik Masih Padam

Berita

Hati-Hati! Akun WhatsApp Palsu Mengatasnamakan Sekdakab Tapteng Beredar, Berusaha Menipu Warga

Berita

Bupati Padang Lawas Lakukan Rotasi Jabatan Pimpinan OPD, Target Peningkatan Kinerja Birokrasi

Berita

Habiburokhman Desak Ketua BEM UGM Lapor Polisi Terkait Teror: Kami Pastikan Pelaku Bukan Dari Pendukung Pak Prabowo

Berita

Bripda Brimob Maluku Aniaya Siswa MTS Hingga Tewas, Polisi Ungkap Kronologi Tragisnya

Berita

Indonesia Resmi Ditunjuk Jadi Wakil Komandan ISF di Gaza, Apa Alasannya?