GAZA -Gaza kembali dilanda duka. Sebuah serangan udara Israel menghantam stasiun pompa air di area Nuseirat, Jalur Gaza bagian tengah. Namun, yang membuat tragedi ini semakin mengiris adalah kematian Wali Kota setempat, Iyad al-Maghari, yang sedang berkunjung ke stasiun pompa air tersebut.
Kejadian tragis ini menjadi sorotan utama di tengah konflik yang berlarut-larut antara Israel dan Palestina. Dilansir dari AFP dan Al Arabiya, Maghari berada di fasilitas pengelolaan air yang melayani area Nuseirat ketika serangan udara Israel menghantam pada Kamis (6/6) malam, sekitar pukul 22.30 waktu setempat.
“Kami dikejutkan oleh serangan berbahaya dan pengecut terhadap Wali Kota yang sedang berada di dalam pabrik tersebut, yang menyebabkan kematian syahid sang Wali Kota, Dr. Iyad al-Maghari, dan empat anggota keluarganya,” ujar juru bicara otoritas Nuseirat, Muhammad al-Salhi, kepada AFP.
Tragedi ini meninggalkan duka mendalam di tengah masyarakat Gaza. Pelayat berkumpul di dekat Rumah Sakit Martir Al-Aqsa menjelang seremoni pemakaman mendiang Maghari pada Jumat (7/6) waktu setempat.
Kantor media pemerintah Gaza yang dikuasai Hamas menyebut mendiang Maghari sebagai sosok yang “tulus dan mengabdi pada pekerjaannya, melayani rakyat dan tanah airnya”. Sedangkan pemerintah Nuseirat menyatakan duka mendalam atas kepergian “sang Wali Kota, yang memilih untuk memenuhi tugasnya dengan dedikasi dan pengabdian untuk melayani masyarakat di Nuseirat hingga saat-saat terakhirnya”.
Serangan ini menjadi bagian dari rentetan kekerasan yang telah berlangsung lama antara Israel dan Palestina. Otoritas kesehatan Gaza mencatat bahwa perang yang berkecamuk sejauh ini telah menewaskan sedikitnya 36.731 orang, kebanyakan di antaranya adalah warga sipil. Kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza semakin memburuk, di mana warga kekurangan air bersih dan kebutuhan dasar lainnya.
Serangan terhadap stasiun pompa air dan tewasnya Wali Kota Maghari menjadi bukti kepedihan yang terus berkecamuk di wilayah Gaza. Meskipun dunia terus menyaksikan tragedi ini, upaya perdamaian dan solusi jangka panjang yang berkelanjutan masih menjadi harapan yang diidamkan oleh banyak pihak di seluruh dunia.
(N/014)