JAKARTA -Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengonfirmasi bahwa jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) yang meninggal dunia mencapai 27 orang sejak awal tahun ini. Meskipun angka kematian tercatat tinggi, Dinkes DKI Jakarta mencatat penurunan kasus DBD dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, puncak kasus DBD terjadi pada bulan April dengan jumlah mencapai 3.164 orang. Namun, sejak bulan Mei, kasus cenderung mengalami penurunan signifikan. “Maret sekitar 2.200 kasus, April mencapai puncaknya dengan 3.164 kasus, Mei turun menjadi 3.019, dan Juni sampai hari ini tercatat 622 kasus. Kami berharap tren penurunan ini berlanjut,” ungkap Ani.
Strategi Pencegahan Melalui Pelepasan Nyamuk Aedes aegypti Berwolbachia
Dalam upaya mengendalikan penyebaran DBD, Dinas Kesehatan DKI Jakarta berencana untuk melakukan uji coba pelepasan nyamuk Aedes aegypti yang telah dimodifikasi dengan bakteri wolbachia. Uji coba ini direncanakan dilaksanakan di wilayah Kembangan, Jakarta Barat, yang dipilih karena tingginya angka kasus DBD di sana.
“Kami memilih Kembangan sebagai tahap pertama karena angka kasus DBD di wilayah tersebut cukup tinggi. Uji coba ini diharapkan dapat mengurangi populasi nyamuk Aedes aegypti yang merupakan vektor utama penyakit DBD,” jelas Ani.
Survei Kesiapan Masyarakat Menyambut Uji Coba
Sebagai persiapan menjelang uji coba, Dinkes DKI Jakarta sedang melakukan survei untuk mengukur kesiapan masyarakat. Survei ini mencakup berbagai lapisan masyarakat dari berbagai kelompok umur di Jakarta Barat. “Kami akan mengevaluasi hasil survei ini pada akhir bulan ini. Kesiapan masyarakat akan menjadi faktor penentu kapan kami bisa memulai pelepasan nyamuk berwolbachia,” tambahnya.
Dukungan dan Harapan untuk Masa Depan
Dengan adanya langkah-langkah preventif seperti uji coba pelepasan nyamuk berwolbachia, Dinas Kesehatan DKI Jakarta berharap dapat mengurangi angka kasus DBD secara signifikan di wilayahnya. Langkah ini juga menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam melindungi kesehatan masyarakat dari ancaman penyakit menular yang mematikan.
(N/014)