Waspada Infeksi Bakteri Pemakan Daging yang Mewabah di Jepang, Yuk Kenali Gejalanya

BITVonline.com - Senin, 24 Juni 2024 08:17 WIB

JEPANG -Pandemi Covid-19 telah merenggut jutaan nyawa dan meninggalkan bekas luka mendalam di seluruh dunia. Namun, dampaknya ternyata tak berhenti di situ. Saat kita mulai beradaptasi dengan kehidupan baru pasca-pandemi, muncul ancaman baru yang tak kalah mematikan: Sindrom Syok Toksik Streptokokus (STSS).

Per 2 Juni lalu, jumlah kasus STSS telah mencapai angka mengejutkan, mencatat 997 kasus dengan 77 jiwa yang harus meregang nyawa. Para ahli masih menyelidiki akar penyebab lonjakan dramatis ini, namun indikasi awal mengarah pada perubahan perilaku dan kondisi pasca-pandemi Covid-19.

“Sekarang banyak orang mengidap infeksi pernapasan. Pada kelompok penyakit streptokokus grup A (GAS), kasusnya memperlihatkan tren kenaikan di banyak negara, tak hanya di Jepang,” ungkap Profesor Penyakit Menular, Prof. William Schaffner, seperti dilansir dari Healthline pada Senin lalu.

STSS, yang disebabkan oleh bakteri Streptokokus, dapat memicu reaksi yang cepat dan parah pada tubuh, mengancam nyawa dalam hitungan jam. Gejalanya meliputi denyut jantung yang cepat, perubahan mental drastis, napas yang terengah-engah, hingga penurunan produksi urine yang signifikan.

Penting untuk memahami bahwa radang tenggorokan bukanlah satu-satunya tanda STSS. Gejala seperti pendarahan, memar tanpa sebab yang jelas, mata yang menguning, serta tekanan darah rendah juga merupakan sinyal-sinyal peringatan yang harus segera direspons dengan serius.

Di hadapan ancaman ini, penanganan medis yang cepat dan tepat sangat krusial. Pasien umumnya akan segera mendapat antibiotik seperti klindamisin, didukung dengan terapi oksigen, hidrasi intravena, dan obat penstabil tekanan darah untuk menanggulangi syok yang dapat mengancam nyawa.

“Dalam beberapa kasus yang parah, pembedahan untuk mengangkat jaringan yang mati akibat infeksi mungkin diperlukan,” tambah laporan tersebut.

Memahami dan mengenali gejala STSS adalah langkah awal yang penting dalam melindungi diri sendiri dan orang-orang terdekat. Jangan ragu untuk segera mencari bantuan medis jika Anda atau keluarga mengalami gejala yang mengkhawatirkan. Kewaspadaan adalah kunci untuk menjaga keselamatan di tengah ancaman kesehatan yang terus berubah dan berkembang.

Dengan penelitian dan pemahaman yang lebih dalam, diharapkan upaya pencegahan dan penanggulangan terhadap STSS dapat ditingkatkan, sehingga dapat mengurangi dampak yang ditimbulkannya di masa mendatang.

Mari bersama-sama berjuang melawan ancaman kesehatan ini dengan kesadaran dan tindakan yang tepat waktu. Kesehatan kita, tanggung jawab kita!

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Berita

IHSG Dibuka Menguat ke 7.346, Pasar Masih Dibayangi Geopolitik Global

Berita

Harga Emas Antam Naik, Kini Sentuh Rp2,857 Juta per Gram

Berita

Rupiah di Pasar NDF Melemah ke Rp17.086 per Dolar AS, Tertekan Harga Minyak dan Sentimen Fiskal

Berita

KUR BNI 2026 Resmi Hadir! UMKM Bisa Pinjam Hingga Rp500 Juta, Bunga Rendah 6 Persen

Berita

Perjuangan Gubernur Bobby Nasution Berbuah Hasil, Dana Pemulihan Pascabencana Sumut Tembus Rp23 Triliun!

Berita

Fokus Penguatan Ekonomi Keluarga, Kahiyang Ayu Ajak Kader PKK Kembangkan Produk Olahan Berbasis Potensi Lokal