Polda Jabar Ungkap Hasil Pemeriksaan Psikologi Forensik Pegi Setiawan!

BITVonline.com - Selasa, 02 Juli 2024 04:56 WIB

JABAR – Polda Jawa Barat (Jabar) Kota Bandung provinsi jabar,  mengungkap hasil pemeriksaan psikologi forensik yang dilakukan terhadap Pegi Setiawan, tersangka dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky, dalam sidang praperadilan yang digelar di Pengadilan Negeri Bandung pada Selasa (2/7/2024). Hasil pemeriksaan ini menjadi sorotan utama dalam proses hukum yang tengah berlangsung.

Dalam pemaparan yang disampaikan oleh salah satu tim hukum Polda Jabar, terdapat 14 gambaran mengenai status mental Pegi Setiawan,  Pegi, yang dikenal dengan nama panggilan Perong, menghadapi berbagai aspek evaluasi psikologis yang mendalam.

Status Mental yang Diungkap

Kesadaran Pegi dinilai dalam kondisi normal, namun penampilannya menunjukkan kekurangan perawatan diri dengan tubuh yang kurus dan tatoo bintang beserta bekas luka jaringan parut di lengan kanan. Selama pemeriksaan, aktivitas psikomotornya ditandai dengan kebiasaan menggaruk tangan dan kepala secara berulang saat merespons pertanyaan, dengan kontak mata yang terbatas dan gejala gelisah yang tampak jelas.

Dalam berbicara, Pegi memerlukan waktu untuk merespon pertanyaan, sering kali menjawab dengan tidak jelas dan terbata-bata, serta terlihat kebingungan. Meskipun tidak mengalami disorientasi waktu, tempat, dan ruang, ia menghadapi tantangan dalam menyampaikan informasi secara konsisten dan detail. Moodnya terlihat cemas dan gelisah, sesuai dengan konteks pembicaraan yang disampaikan.

Evaluasi Psikologis Mendalam

Dalam aspek emosional dan efek, Pegi dinilai selaras dengan isu yang sedang dibahas tanpa adanya gangguan persepsi atau halusinasi. Isi pikirnya tidak mengalami gangguan waham atau gangguan isi pikir lainnya. Secara intelektual, meskipun memahami pertanyaan yang diajukan, Pegi sering memerlukan pengulangan instruksi dan arahan serta terkesan kurang spontan dalam menjawab, dengan fungsi intelektual yang mencapai ambang batas kemampuan intelektual normal.

Kooperatif dalam Pemeriksaan

Pada aspek sikap terhadap pemeriksaan, Pegi terlihat kooperatif dalam proses pemeriksaan psikologis. Ia mampu memahami kondisi dirinya sendiri serta memahami perasaan dan tujuan yang ada pada dirinya, serta orang-orang yang penting baginya. Daya nilai sosialnya juga dinilai tidak mengalami gangguan, dengan kemampuan untuk melakukan tindakan yang memiliki tujuan dan arti yang dapat diterima secara sosial.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Polda Jabar menyimpulkan bahwa status mental Pegi Setiawan relatif memadai dan ia memiliki kompetensi untuk memberikan keterangan dalam proses hukum yang sedang berlangsung. Hasil pemeriksaan ini menjadi bagian penting dalam persidangan dan menyoroti pentingnya evaluasi psikologis dalam mendukung keadilan.

Berita ini tidak hanya mencerminkan proses hukum yang berlangsung, tetapi juga menggambarkan kompleksitas dalam penilaian psikologis individu yang terlibat dalam kasus kriminal yang serius.

(n/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Berita

Aksi May Day di Bandung Berujung Ricuh! 150 Orang Berbaju Hitam Bakar Pos Polisi dan Rusak Fasilitas, Polisi: Bukan Buruh, Bawa Bahan Bakar

Berita

Wagub Aceh Fadhlullah Silaturahmi dengan Abu Paya Pasi di Bireuen, Tekankan Sinergi Ulama dan Pemerintah dalam Pembangunan Daerah

Berita

Roy Suryo Minta Kasus Dugaan Ijazah Jokowi Dihentikan: Sudah Kadaluwarsa!

Berita

Warga Tapteng Mengadu ke Bobby Nasution, Sudah Empat Kali Setor Data Namun Bantuan Bencana Tak Kunjung Cair

Berita

Banyak Perusahaan di Sumut Bayar di Bawah UMR, Bobby Nasution: Tim Pengawas Kurang

Berita

Diduga Hendak Rusuh Saat May Day, 101 Orang Diamankan Polda Metro Jaya