Viral! Parkir Medan: Pengendara Masih Ditagih Meski Pakai Stiker Berlangganan

BITVonline.com - Rabu, 03 Juli 2024 05:12 WIB

MEDAN -Sosial media kembali dihebohkan dengan video cekcok antara seorang pengendara mobil dan juru parkir di Medan. Konflik tersebut timbul akibat penerapan sistem parkir berlangganan yang belum sepenuhnya dipahami oleh semua pihak terkait.

Dalam video yang viral di platform Instagram @medanku, terlihat seorang pengendara yang telah memasang stiker parkir berlangganan dari Dishub Medan di kendaraannya. Namun, ketika pengendara tersebut hendak memarkirkan mobilnya, seorang jukir tetap meminta bayaran parkir secara langsung, meskipun sudah ada stiker berlangganan yang terpasang dengan jelas.

“Pengendara sudah menerapkan sistem parkir berlangganan, namun jukir memaksa meminta uang parkir sebesar Rp 400 ribu,” demikian tulisan dalam deskripsi video tersebut.

Pengendara dengan tegas mengklaim bahwa stiker tersebut sudah berlaku dan merupakan bukti sah dari program yang dikeluarkan oleh Dishub Medan. Namun, salah satu jukir perempuan yang terlibat tampaknya tidak mengakui keberadaan stiker tersebut sebagai bukti valid untuk parkir gratis.

“Oh itu belum diberikan kepada kami. Nanti jika diberikan baru berlaku,” ujar salah seorang jukir perempuan yang terlihat dalam video tersebut, sementara jukir lainnya, seorang laki-laki, langsung melihat dan mengakui stiker parkir berlangganan yang sudah terpasang di mobil.

Konflik semakin memuncak ketika pengendara menegaskan bahwa stiker tersebut sudah berlaku sejak hari sebelumnya, namun jukir tetap bersikeras atas instruksi dari atasannya untuk meminta bayaran parkir. “Berarti yang salah bos kami. Kami kan bekerja bang,” ujar jukir tersebut sebagai respons atas ketidaksetujuan pengendara.

Dalam keterangan lebih lanjut, pengendara mengaku sudah memperingatkan jukir untuk tidak meminta uang parkir jika melihat stiker berlangganan. “Makanya tadi saya sudah mengingatkan abang ini agar saling memberitahu,” ungkap pemilik mobil sambil menghindari konflik yang lebih panjang.

Namun, jukir perempuan terlihat mulai emosional atas situasi tersebut. “Itu urusan dia, kalau ada masalah, kita yang akan menanggungnya,” ujarnya dengan nada kesal.

Sementara itu, jukir laki-laki mencoba menjelaskan kepada rekan perempuannya bahwa stiker parkir berlangganan harus dihormati dan tidak boleh dimintai bayaran tambahan. “Saya sudah mengatakannya padamu, kalau sudah ada stiker di mobil, tidak perlu lagi meminta. Siapa tahu kita yang akan mendapatkan gaji bulanan,” tegasnya, mencoba meredakan ketegangan di lokasi kejadian.

Peristiwa ini dikonfirmasi oleh perekam video melalui caption yang menyebutkan lokasi kejadian di Jalan Merak Jingga, Medan. Masyarakat yang menyaksikan video tersebut merespon dengan beragam komentar, termasuk simpati terhadap kondisi jukir yang juga hanya menjalankan instruksi dari atasannya.

Upaya konfirmasi masih terus dilakukan , sementara reaksi publik terus berdatangan terkait insiden yang menyoroti kebingungan dalam implementasi sistem parkir berlangganan di Medan.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Berita

Praperadilan Ditolak, Kadis Samosir Resmi Tersangka Korupsi Bantuan Bencana Rp 1,5 Miliar

Berita

Batas Tanah Picu Konflik Mematikan, Satu Warga Jember Meregang Nyawa

Berita

Eks Wamenaker Noel Ebenezer Ditegur KPK, Soal Partai “K” Tak Boleh Diungkap Sembarangan

Berita

Indonesia di Dewan Perdamaian Dunia: Utut Adianto Tegaskan Bukan untuk Perang

Berita

MPR Dorong RUU Pengelolaan Perubahan Iklim, Fokus Integrasi Risiko Bencana dan Mitigasi

Berita

Bos Maktour Usai Diperiksa KPK: Kuota Haji Tambahan Tanggung Jawab Kemenag