BITVONLINE.COM – Misteri di balik serangan ransomware yang menyerang server Pengelolaan Data Nasional (PDN) belum terungkap sepenuhnya. Meskipun demikian, informasi terbaru mengindikasikan adanya dugaan “orang dalam” yang diduga menjadi pemicu server PDN terenkripsi oleh kelompok Brain Cipher.
Informasi mengenai “orang dalam” ini diungkapkan oleh akun @kafiradikalis melalui media sosial, yang juga menyoroti keterlibatan Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid dalam kasus ini. Komisi I DPR merupakan mitra kerja Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dalam hal keamanan teknologi informasi.
Terkait dengan pernyataan tersebut, Semuel Abrijani Pangerapan, yang baru saja mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), menyatakan bahwa investigasi sedang dilakukan oleh berbagai pihak terkait. “Semua pihak sedang bekerja, termasuk BSSN dan unit Cyber Crime, untuk melakukan investigasi,” ujarnya kepada wartawan di Kantor Kemenkominfo.
Belum ada hasil resmi dari investigasi yang bisa diungkapkan karena prosesnya masih berlangsung. “Ini adalah tahap investigasi yang sedang berlangsung,” tambah Semuel.
Sementara itu, kelompok Brain Cipher secara mengejutkan memutuskan untuk memberikan kunci dekripsi secara gratis melalui situs mereka di dark web pada Rabu (3/7). Pemerintah telah menguji kunci tersebut dan berhasil membuka akses ke spesimen data PDN yang terdampak.
Serangan ransomware terhadap server PDN pertama kali terdeteksi setelah Imigrasi mengalami gangguan layanan di beberapa bandara internasional pada 20 Juni 2024. Pemerintah awalnya mengatributkan gangguan ini pada “gangguan teknis”, namun pada 24 Juni 2024, pengakuan resmi diberikan bahwa PDN menghadapi serangan siber yang berasal dari kelompok Brain Cipher. Kelompok ini meminta tebusan sebesar USD 8 juta (sekitar Rp 131 miliar) dalam bentuk kripto Monero.
Untuk sementara waktu, pemerintah telah mengaktifkan dua PDN sementara (PDNS): PDNS 1 di Serpong-Tangerang Selatan dan PDNS 2 di Surabaya. PDNS 2 di Surabaya adalah yang terdampak langsung dan dienkripsi oleh Brain Cipher.
Pemerintah terus melakukan langkah-langkah pemulihan dan penguatan keamanan informasi nasional, termasuk pembangunan PDN permanen untuk mengantisipasi serangan serupa di masa depan.
(N/014)