4.500 Warga Mengungsi Akibat Banjir Rob di Karawang, 3 Rumah Roboh Diterjang Air Laut

Redaksi - Sabtu, 06 Juli 2024 04:30 WIB

JAWA BARAT -Sedikitnya 4.500 warga Desa Cemara Jaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, harus mengungsi akibat permukiman mereka diterjang banjir rob laut utara pada Sabtu (6/7/2024) dini hari. Sebanyak 1.800 rumah tergenang air dengan ketinggian mencapai setengah meter.

Kronologi Kejadian

Kepala Desa Cemara Jaya, Rudi Saniyaga, menjelaskan bahwa banjir rob mulai menerjang desanya pada Jumat (5/7/2024) malam sekitar pukul 21.30 WIB. Warga yang tengah beristirahat di dalam rumah dikejutkan oleh derasnya air laut yang tiba-tiba masuk ke permukiman mereka.

“Warga sedang berada di dalam rumah, tiba-tiba air laut masuk dengan deras. Kemudian banjir menggenangi setiap rumah setinggi 50 cm,” ungkap Rudi.

Kerusakan dan Pengungsian

Akibat derasnya air laut, tiga rumah warga langsung roboh karena tembok rumah tidak mampu menahan tekanan air. Warga yang panik segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Warga mengungsi ke kantor desa dan rumah-rumah yang aman dari rob. Sebagian mengungsi di kantor desa, sebagian lagi di rumah-rumah tetangga desa,” lanjut Rudi.

Tanggapan dan Tindakan BPBD

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, Mahfudin, membenarkan kejadian tersebut. Pihak BPBD telah diterjunkan ke lokasi untuk memberikan bantuan, termasuk mengirim karung-karung yang nantinya diisi pasir untuk menahan terjangan air laut.

“Warga di sana meminta karung sebanyak-banyaknya. Kita sudah kirim pagi ini karung yang dibutuhkan,” kata Mahfudin.

Potensi Banjir Rob Berkelanjutan

Kejadian banjir rob ini bukanlah yang pertama kali terjadi di wilayah tersebut. Berdasarkan informasi yang diterima, potensi banjir rob masih bisa terjadi hingga 13 Juli mendatang. Oleh karena itu, warga diminta tetap waspada dan siap siaga menghadapi kemungkinan banjir susulan.

“Waspada! Banjir rob berpotensi melanda sejumlah wilayah perairan hingga 13 Juli mendatang,” demikian peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Dampak Psikologis dan Ekonomi

Banjir rob ini tidak hanya menyebabkan kerugian material, tetapi juga berdampak psikologis bagi warga. Rasa cemas dan trauma dirasakan oleh banyak warga, terutama anak-anak dan lansia. Selain itu, kegiatan ekonomi warga juga terhambat karena banyaknya rumah dan jalan yang tergenang air.

“Saat ini kami berupaya untuk memberikan dukungan psikologis kepada warga, terutama mereka yang sangat terdampak. Kami juga menyediakan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka selama mengungsi,” tambah Mahfudin.

Upaya Pemulihan dan Rehabilitasi

Pemerintah daerah bersama dengan BPBD, TNI, Polri, dan relawan terus bekerja keras untuk membantu warga yang terdampak. Langkah-langkah pemulihan dan rehabilitasi terus dilakukan untuk memastikan warga dapat kembali ke rumah mereka dengan aman.

“Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan bantuan dan upaya pemulihan berjalan lancar. Kami berharap warga dapat segera kembali ke rumah mereka dan menjalani kehidupan normal,” tutup Mahfudin.

Ayo Bersama Hadapi Banjir Rob

Kejadian banjir rob ini mengingatkan kita semua akan pentingnya solidaritas dan gotong royong dalam menghadapi bencana. Mari bersama-sama kita hadapi dan atasi tantangan ini dengan semangat kebersamaan.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Berita

Pecah Telur 35 Tahun! Tumbangkan Thailand via Adu Penalti, Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Berita

Tuding Ada 'Kongkalikong' PKPU Soal Ijazah Gibran, Refly Harun Desak MK Berani Ambil Sikap

Berita

Kisah Rosila 37 Tahun Mendiami Rumah Papan, Kini Dapat Bantuan Bedah Rumah Pemko Medan

Berita

Turun Gunung Cek Bedah 111 Rumah Warga Medan, Rico Waas Wanti-wanti Dinas: Minta Bersih & Usut Data PKH

Berita

Bukan Cuma Imunisasi! Rico Waas Kerahkan 7.668 Kader Posyandu Medan Sisir 6 Pelayanan Dasar Warga

Berita

Bukan Sekadar Seremonial, LMP Kota Binjai Resmikan Markas Baru di Binjai Utara: Siap Tancap Gas Hingga Basis