JAKARTA – Pagi ini, suasana di kawasan Patra Kuningan Jakarta dipenuhi oleh kehadiran Jusuf Hamka, seorang pebisnis ternama yang dikenal sebagai Babah Alun. Kunjungannya kali ini tidak sembarangan, melainkan untuk bertemu dengan mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM, Mahfud MD. Pertemuan ini terjadi tak lama setelah nama Jusuf Hamka disorot sebagai potensi calon pendamping Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep dalam Pilkada Jakarta.
Jusuf Hamka tiba di kediaman Mahfud di tengah cuaca cerah sekitar pukul 10 pagi, mengenakan pakaian santai berwarna hijau daun. “Silaturahmi aja,” ujarnya singkat kepada wartawan yang menanyakan tujuan kunjungannya. Kedatangannya memicu spekulasi mengenai kemungkinan pasangan politik baru dalam Pilgub DKI 2024.
Sebagai Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto sebelumnya menyatakan siap menyiapkan Jusuf Hamka sebagai pendamping Kaesang Pangarep jika memutuskan maju di Jakarta. Dalam pernyataannya, Airlangga menyoroti pengalaman panjang Jusuf Hamka di sektor infrastruktur, terutama dalam pembangunan jalan tol.
Namun, meskipun nama Jusuf Hamka telah muncul sebagai calon potensial, pertemuan dengan Mahfud MD menambahkan dimensi baru dalam dinamika politik ibu kota. Mahfud, yang juga merupakan figur kunci dalam pemerintahan sebelumnya, masih bungkam mengenai tujuan sebenarnya dari pertemuan tersebut.
Terkait pengumuman potensial ini, Airlangga memastikan bahwa masih ada waktu hingga 23 Agustus 2024 untuk menentukan siapa yang akan diusung di Jakarta. Evaluasi terus dilakukan oleh Golkar, termasuk dalam hal kemungkinan kandidat lain seperti Ridwan Kamil, yang juga menjadi pertimbangan serius.
Bagi Jusuf Hamka sendiri, kejutan atas potensi pencalonannya di Pilgub Jakarta nampaknya mengindikasikan bahwa langkah politiknya, meski tidak pernah meminta jabatan, tetap diperhitungkan serius oleh partai. “Saya cuma bisa bilang innalillahi wainailaihi rojiun,” ungkapnya, menunjukkan kesiapannya menghadapi dinamika politik yang semakin kompleks.
Dengan demikian, kunjungan Jusuf Hamka ke kediaman Mahfud MD tidak hanya menjadi titik fokus bagi media, tetapi juga memunculkan spekulasi dan harapan baru dalam arena politik ibu kota. Pertanyaan besar pun muncul: apakah ini awal dari kolaborasi politik yang potensial untuk Jakarta?
(N/014)