Tawuran Pelajar Berujung Tragis: Seorang Remaja Tewas Tertabrak KRL di Perlintasan Green Garden

BITVonline.com - Jumat, 19 Juli 2024 08:21 WIB

JAKARTA -Kegaduhan di perlintasan kereta rel listrik (KRL) di Green Garden, Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Kamis sore mengakibatkan tragedi memilukan. Seorang pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) tewas mengenaskan setelah tertabrak KRL saat terlibat tawuran di perlintasan tersebut.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.00 WIB ini melibatkan seorang pelajar berusia sekitar 17 tahun yang tengah tawuran dengan beberapa temannya di perlintasan kereta. Dalam kejadian ini, petugas Penjaga Jalan Lintasan (PJL) bernama Amarullah Hadi, yang saat itu bertugas menjaga perlintasan, sempat memberikan peringatan kepada para pelajar tersebut sebelum tragedi terjadi.

Amarullah Hadi, yang dikenal sebagai Amar, mengungkapkan bahwa ia melihat tiga orang pelajar turun dari motor dan mulai terlibat dalam tawuran di dekat perlintasan. Ia menjelaskan bahwa pada saat itu palang pintu sudah ditutup untuk menandakan kereta akan segera melintas.

“Saya juga sudah memperingati mereka yang tawuran itu, saya sudah marah-marahin, dan temannya mau menyerang itu akhirnya mundur. Tapi ada yang tidak mendengar waktu saya marahin, akhirnya terjadi lah tabrakan itu,” ujar Amarullah Hadi saat ditemui detikcom pada Jumat (19/7/2024).

Menurut Amar, sebelum insiden terjadi, ia terus meneriakkan peringatan kepada pelajar-pelajar tersebut, namun hanya dua dari mereka yang memperhatikan. “Saya bilang, ‘woy awas kereta, mundur, itu kereta udah deket!’ Akhirnya teman-temannya mundur. Tapi yang satu lagi tidak mendengar, dan akhirnya terjadi tabrakan itu,” tambahnya.

Amarullah menjelaskan bahwa pada saat kejadian, dua kereta melintas bersilangan. Kereta pertama adalah kereta bandara yang melintas tanpa hambatan, sementara kereta kedua, yaitu KRL, menabrak pelajar yang terlibat tawuran. “Awalnya kereta bandara melintas lebih dulu, kemudian kereta KRL, yang saat itu juga melintas, bertabrakan dengan pelajar yang terlibat tawuran,” jelasnya.

Korban, yang awalnya bersama temannya menaiki motor, turun dari motor dan mulai terlibat tawuran dengan menggunakan parang. “Mereka saling serang di lintasan itu. Dari belakang pos ada yang nyerang, terus si korban awalnya naik motor, diserang, turun dari motor, lalu terjadilah tawuran itu,” ungkap Amar.

Amarullah juga mengungkapkan bahwa setelah tawuran terjadi, korban terpental sejauh 10 meter akibat hantaman kereta. “Bagian badannya kepotong setengah, kakinya pisah juga,” katanya dengan nada penuh kesedihan.

Kejadian ini memicu kekhawatiran mengenai keselamatan di perlintasan kereta dan perlunya peningkatan kewaspadaan serta penegakan hukum untuk mencegah terjadinya tawuran di area-area berisiko. Pihak kepolisian setempat telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan sedang menyelidiki lebih lanjut untuk mengungkap detail kejadian serta memastikan tindakan hukum yang sesuai.

Tawuran ini menjadi peringatan keras akan bahaya yang mengintai di perlintasan kereta dan pentingnya kesadaran akan keselamatan, baik bagi para pelajar maupun masyarakat umum.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Berita

Supervisor SPBU di Medan Ditangkap, Diduga Bersekongkol Isi Tangki Dexlite dengan Solar Selama 9 Bulan

Berita

Pemko Medan Gelar Seleksi Finalis Duta GenRe 2026, Siapkan Remaja Jadi Agen Perubahan

Berita

Rico Waas Tinjau Replika Rumah Adat Batak yang Terbakar, Pemko Medan Segera Lakukan Perbaikan

Berita

Bupati Asahan Resmi Buka Turnamen Sepak Bola HUT Bhayangkara ke-80, 16 Tim Siap Berlaga

Berita

Satgas PRR Minta Sinkronisasi Pemulihan Pascabencana, Tito Karnavian: Jangan Ada yang Ditinggalkan

Berita

RE Nainggolan Apresiasi Respons Cepat Bobby Nasution Bantu Kepulangan Kontingen Pesparawi Sumut: Bentuk Kepedulian yang Luar Biasa