MALAYSIA –Gangguan sistem komputer global yang disebabkan oleh pemadaman Microsoft berdampak pada operasional bandara dan maskapai di Malaysia pada Jumat ini. Masalah ini menyebabkan sejumlah penerbangan terpaksa ditunda dan memengaruhi layanan check-in serta pemesanan tiket.
Menurut pernyataan dari Malaysia Airports Berhad, pengelola bandara di Malaysia, jaringan bandara tidak terpengaruh secara langsung oleh pemadaman global Microsoft. Namun, mereka mengonfirmasi bahwa beberapa maskapai mengalami gangguan sebagai akibat dari masalah ini.
“Jaringan bandara di Malaysia tetap tidak terdampak dari pemadaman Microsoft secara global. Akan tetapi, beberapa maskapai mengalami gangguan akibat masalah ini,” ungkap pihak Malaysia Airports Berhad, seperti dikutip dari AFP.
Gangguan ini berhubungan dengan pembaruan software Falcon for Defender yang dikembangkan oleh CrowdStrike, perusahaan keamanan siber yang menyediakan perlindungan untuk Windows Defender. Pembaruan ini ternyata menyebabkan masalah pada sistem cloud Microsoft, yang berdampak pada berbagai jaringan komputer, termasuk sektor penerbangan.
Salah satu maskapai yang terkena dampak adalah AirAsia. Maskapai ini melaporkan bahwa sistem check-in dan pemesanan tiket mereka mengalami gangguan. Dalam sebuah unggahan di platform media sosial X, AirAsia menyatakan, “Saat ini AirAsia terdampak masalah IT global, berdampak pada pemesanan AirAsia dan maskapai lain pada platform penerbangan kami.”
“Layanan lain seperti check-in penerbangan, penerbangan dan pemesanan hotel, poin AirAsia, dan penukaran tidak tersedia saat ini. Kami mengapresiasi kesabaran kalian saat kami sedang bekerja menyelesaikan masalah ini,” tambah mereka.
Laporan dari BBC mengungkapkan bahwa gangguan sistem ini disebabkan oleh update dari CrowdStrike yang mengakibatkan masalah pada sistem cloud Microsoft. Para teknisi sedang bekerja untuk mengatasi masalah ini dan memulihkan layanan yang terdampak.
(N/014)