Jenis Kain yang Harus Dihindari Oleh Pemilik Masalah Bau Ketiak!

BITVonline.com - Senin, 26 Agustus 2024 09:04 WIB

BITVONLINE.COM -Bau ketiak adalah masalah umum yang bisa menimbulkan dampak sosial dan emosional serius jika tidak ditangani dengan benar. Kasus terbaru di Cirebon menjadi contoh ekstrem dari dampak sosial bau badan yang tidak teratasi, di mana seorang office boy berinisial R menganiaya beberapa karyawan, mengakibatkan 4 luka-luka dan 1 kematian. Kejadian ini dipicu oleh ejekan mengenai bau badan yang membuat pria berusia 23 tahun tersebut marah dan sakit hati.

Untuk mengatasi bau ketiak, langkah-langkah seperti penggunaan deodoran, rutin mengganti pakaian, dan menjaga kebersihan tubuh sangat penting. Namun, tidak hanya kebiasaan sehari-hari yang mempengaruhi bau badan; pemilihan bahan pakaian juga memegang peranan besar dalam masalah ini. Beberapa jenis kain dapat memperburuk bau badan jika tidak dipilih dengan tepat. Berikut adalah jenis-jenis kain yang sebaiknya dihindari untuk mencegah masalah bau badan:

1. Crinkle

Bahan crinkle pernah populer karena kemudahan perawatannya yang tidak memerlukan setrika. Teksturnya yang bergelombang dan kusut alami memberikan tampilan yang unik, dan harganya yang terjangkau membuatnya populer di kalangan banyak orang. Namun, crinkle memiliki beberapa kelemahan signifikan bagi mereka yang mengalami masalah bau badan, terutama di iklim tropis seperti Indonesia.

Tekstur crinkle yang kaku dan tidak terlalu berpori menghambat sirkulasi udara di area ketiak, yang dapat menyebabkan penumpukan keringat. Kain ini juga buruk dalam hal penyerapan keringat dan kualitasnya yang rendah dapat membuat bau tetap menempel meskipun sudah dicuci.

2. Moscrepe

Moscrepe adalah bahan yang dulu populer sebagai bahan hijab dan pakaian. Bahan ini dikenal karena sifatnya yang stretchy dan tekstur mewah, serta harganya yang relatif murah. Meskipun moscrepe tidak mudah kusut, ia cenderung panas dan tidak menyerap keringat dengan baik. Akibatnya, penggunaan kain ini dapat memperburuk bau badan, terutama dalam kondisi cuaca panas.

3. Polyester

Polyester adalah bahan sintetis yang terbuat dari campuran senyawa kimia, termasuk ethylene glycol dan asam tereftalat, yang diproses dengan polyethylene terephthalate (PET) dari minyak bumi. Kain polyester memiliki karakteristik yang tidak dapat menyerap keringat seperti kain dengan serat alami seperti katun. Selain itu, polyester kurang breathable, menyebabkan sirkulasi udara buruk dan keringat terperangkap, yang mendorong pertumbuhan bakteri penyebab bau badan.

4. Sifon

Sifon adalah kain sintetis yang terbuat dari campuran polyester dan rayon, yang memberikan kesan elegan dan ringan. Namun, sifon juga memiliki kelemahan serupa dengan kain sintetis lainnya: penyerapan keringat yang buruk. Kain ini cenderung menempel pada kulit saat terkena keringat, mengurangi kenyamanan dan dapat memperburuk masalah bau badan.

Bagi Anda yang mengalami masalah bau ketiak, penting untuk memeriksa bahan pakaian yang Anda kenakan. Menghindari kain-kain yang disebutkan di atas dan memilih bahan yang lebih breathable dan menyerap keringat dengan baik dapat membantu mengatasi dan mencegah bau

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Sosok

Kemnaker Matangkan Strategi Tripartit Jelang ILC ke-114 di Swiss, Bahas Dampak AI pada Dunia Kerja

Sosok

Agus Fatoni Dorong Transformasi Digital Keuangan Daerah, Tekankan Integrasi Data SIPD

Sosok

UPZ IKA Unpad Salurkan Daging Domba Premium ke Warga Jatinangor pada Iduladha 1447 H

Sosok

Efisiensi Anggaran, Distribusi MBG Tak Lagi 6 Hari dalam Sepekan

Sosok

Forum Jurnalis Medan Sembelih 4 Hewan Kurban, Pererat Solidaritas di Kalangan Wartawan

Sosok

Unmuha Sembelih 14 Hewan Kurban, Salurkan 780 Paket Daging ke Civitas dan Warga Sekitar