MEDAN – Kabar duka datang dari dunia sepak bola Sumatera Utara.
Tumsila, legenda PSMS Medan dan mantan pemain Timnas Indonesia yang dikenal dengan julukan Si Kepala Emas, meninggal dunia pada Kamis, 8 Oktober 2026, setelah mengalami sakit.
Semasa aktif bermain, Tumsila dikenal sebagai penyerang yang memiliki kemampuan istimewa dalam mencetak gol melalui sundulan.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sumut Hari Ini, Jumat 9 Oktober 2026: Sebagian Besar Wilayah Diguyur Hujan Namanya menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah PSMS Medan, terutama ketika klub berjuluk Ayam Kinantan itu meraih gelar juara Perserikatan untuk pertama kalinya pada 1967.
Mantan pemain PSMS Medan, Julius Raja, mengatakan Tumsila atau Uttama Silan merupakan salah satu sosok yang meninggalkan jejak penting dalam sepak bola Sumatera Utara.
"Tahun 1967, di usia 19 tahun, Tumsila membawa PSMS junior menjuarai Piala Soeratin, lalu dipanggil ke tim senior. Pada tahun yang sama, ia mengantar PSMS meraih gelar Perserikatan pertama dalam sejarah klub," kata Julius Raja, Kamis (8/10/2026).
Karier Tumsila mulai mendapat perhatian ketika ia memperkuat PSMS Junior.
Keberhasilannya membawa tim tersebut menjuarai Piala Soeratin 1967 membuka jalan bagi dirinya untuk bergabung dengan skuad senior.
Di level nasional, Tumsila juga memperkuat Sumatera Utara pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 1969 di Surabaya.
Saat itu, Sumatera Utara berhasil meraih medali emas setelah mengalahkan DKI Jakarta dengan skor 2-1 di partai final.
Julukan Si Kepala Emas
Julukan Si Kepala Emas melekat pada Tumsila karena kemampuannya mencetak gol melalui sundulan.