BANDA ACEH - Sebuah kisah inspiratif kembali terukir dari pasangan kader Muhammadiyah dan Aisyiyah Aceh, Dr. H. Muhammad Yamin Abduh, S.E., M.Si. dan Dr. dr. Hj. Aslinar, Sp.A., M.Biomed. Keduanya berhasil meraih gelar doktor pada periode yang hampir bersamaan, mengulang momen serupa yang pernah mereka alami 24 tahun silam saat sama-sama menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Syiah Kuala.
Kisah pasangan ini tak sekadar berbicara soal pencapaian akademik semata. Jauh sebelum menyandang gelar doktor, keduanya telah dipertemukan dalam satu ruang perjuangan yang sama, yakni sebagai kader Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM) Aceh yang kini dikenal sebagai Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).
Baca Juga: Jelang Jatuh Tempo, Wawako Tanjungbalai Minta Pelunasan PBB-P2 dan PKB Dipercepat (DR. H. M. Yahmin dan DR. dr .Hj. Aslinar sama sama di Lantik pengurus Muhammadiyah Aceh dan pengurus Aisyiyah Aceh.)
Pada periode 1998-2000, Muhammad Yamin Abduh dipercaya memimpin IRM Aceh sebagai Ketua Wilayah. Di masa yang sama, Aslinar juga aktif sebagai pengurus dengan mengemban amanah sebagai Ketua Pengkajian Ilmu Pengetahuan (PIP) IRM Aceh. Sejak muda, keduanya telah mengabdikan diri untuk dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat melalui Muhammadiyah.
Perjalanan itu kemudian membawa keduanya menempuh pendidikan tinggi di kampus yang sama, Universitas Syiah Kuala. Pada 2003, Muhammad Yamin Abduh menyelesaikan studi di Fakultas Ekonomi, sementara Aslinar menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.
Lebih dari dua dekade berselang, keduanya kembali dipertemukan dalam momen istimewa yakni meraih gelar doktor pada periode yang berdekatan. Muhammad Yamin Abduh menjalani sidang promosi doktor pada Kamis, 30 Juli 2026. Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Aceh yang juga menjabat Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh itu mengangkat disertasi berjudul "Pengaruh Modal Intelektual dan Kapasitas Serap terhadap Kinerja Organisasi melalui Berbagi Pengetahuan dengan Moderasi Budaya Organisasi Kemuhammadiyahan pada Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Indonesia".
Dalam sidang tersebut, ia berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan para penguji dan meraih nilai A dengan predikat sangat memuaskan.
Sementara itu, Aslinar lebih dulu menyelesaikan sidang tertutup dan promosi doktornya pada 25 Juli 2026 di Program Studi Ilmu Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala. Dokter spesialis anak tersebut mengangkat disertasi berjudul "Kajian Profil Mikrobiota ASI dan Saluran Cerna Berdasarkan Faktor Maternal, Post Natal, Faktor Lingkungan dan Sosial Ekonomi pada Bayi Stunting di Aceh".
(Setelah Sidang Disertai Doktor)