Ariswan Bela Baharuddin Siagian: “Bangsa Melayu Jangan Mau Dipecah Belah!”

BITVonline.com - Minggu, 13 Oktober 2024 00:27 WIB

SUMUT – Polemik mengenai pantun Baharuddin Siagian, calon Bupati Batubara, yang dianggap kontroversial kini menjadi perhatian publik. Pantun tersebut menjadi bahan pembicaraan hangat dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk memancing opini negatif, mengingat Baharuddin adalah salah satu kandidat dalam Pilkada Batubara 2024.

Ariswan, Pengarah dan Team Teknis Group Facebook serta WhatsApp Mengangkat Batang Terendam, turut menanggapi situasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa Melayu bukan sekadar suku, melainkan bangsa. “Siapa yang beragama Islam, dia adalah bagian dari bangsa Melayu. Pada zaman dahulu, masuk Islam berarti masuk Melayu,” ujar Ariswan saat diwawancarai oleh awak media.

Dalam pantun yang disampaikan b, lanjut Ariswan, jelas terlihat penghargaan terhadap tanah Melayu. Baharuddin secara terbuka mengakui bahwa Batubara adalah tanah Melayu, yang menandakan penghormatan terhadap bangsa Melayu.

Selain itu, Ariswan menambahkan bahwa Baharuddin baru-baru ini bertemu dengan beberapa tokoh Melayu dan berkunjung ke Istana Limalaras. Dalam kesempatan tersebut, Baharuddin mengungkapkan niatnya untuk memperindah istana jika terpilih memimpin Kabupaten Batubara, menunjukkan ikatan kuatnya dengan budaya Melayu.

Ariswan juga berpesan kepada masyarakat Melayu untuk tidak mudah dihasut, terutama di tengah suasana politik menuju Pilkada serentak 2024. “Bangsa Melayu jangan mau dipecah belah oleh pihak-pihak yang memanfaatkan situasi. Kita harus tetap solid dan bersatu,” pesannya.

Ia menekankan bahwa konsep Mengangkat Batang Terendam adalah menghidupkan kembali budaya dan peradaban yang mulai hilang. Niat Baharuddin memperindah Istana Limalaras dianggap sejalan dengan konsep tersebut. Ariswan juga berpesan kepada Baharuddin agar, jika terpilih, dapat menghidupkan kembali budaya Melayu yang hampir punah.

“Budaya Melayu bukan hanya soal pantun dan tarian. Ada banyak tradisi yang patut dilestarikan, seperti ronggeng Pakpung, Marhaban, Barzanji, Magrib Mengaji, Mandi Berdimbar, hingga Malam Berinai. Semua itu adalah kekayaan budaya Melayu yang harus kita jaga,” tutup Ariswan.MTK_07

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Sosok

Rocky Pasaribu: Pencabutan Izin TPL Momentum Perlindungan Hak Masyarakat Adat

Sosok

Purbaya ‘Obrak-abrik’ Bea Cukai: Tergantung Doa Pegawai Malam Ini

Sosok

Komitmen Layanan Kesehatan Berbuah Penghargaan, Aceh Raih UHC Awards 2026

Sosok

Kasus Korupsi Chromebook Kemendikbudristek, JPU Sebut Kejahatan Kerah Putih

Sosok

Proyek Wisata Danau Toba Diguncang Korupsi, PPK Resmi Jadi Tersangka

Sosok

Menjelang Ramadan, Pemerintah Aceh Kejar Kepastian Hunian Korban Bencana di 17 Kabupaten/Kota