BENER MERIAH – Upaya warga memperbaiki akses Jalan dan Jembatan Enang-Enang di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, berawal dari tekad seorang tokoh masyarakat, Syahrial Abadi.
Di tengah keterbatasan biaya, ia mengaku menjual sebidang tanah miliknya untuk memulai pekerjaan yang kemudian mendapat dukungan luas dari masyarakat.
Jalan nasional yang menghubungkan Bireuen dan Aceh Tengah itu sebelumnya terputus akibat longsor pada akhir November 2025.
Baca Juga: Berbelit-belit Saat Bersaksi, Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Dituntut 8,5 Tahun Penjara Longsoran menimbun badan jalan, sementara pondasi Jembatan Enang-Enang mengalami kemiringan hingga menyebabkan jembatan jatuh ke aliran sungai.
Melihat kondisi tersebut, Syahrial bersama sejumlah warga menyewa alat berat untuk membersihkan material longsor.
Mereka kemudian membuka jalur baru agar kendaraan tetap dapat melintas meski dengan kondisi jalan darurat.
Beberapa hari setelah pekerjaan dimulai, akses tersebut sudah bisa digunakan masyarakat. Dukungan pun mulai berdatangan.
Syahrial mengatakan, sekitar 10 hari setelah proses perbaikan berlangsung, masyarakat dari berbagai daerah mulai mengirimkan bantuan.
Dana yang terkumpul digunakan untuk mengaspal jalan baru, memperkuat tebing, hingga memperbaiki fasilitas pendukung di sekitar lokasi.
"Sampai kemarin kita menerima donasi Rp 1 miliar lebih. Ini masih ada saldo berjalan Rp 555 juta dan itu masih ada pekerjaan-pekerjaan yang belum saya bayar," kata Syahrial kepada wartawan, Kamis (9/7/2026).
Selain mengaspal jalan, warga juga membangun dinding penahan longsor di tikungan Enang-Enang, membuat beton pengaman di sisi jalan, serta mendirikan tempat berteduh bagi pengguna jalan.
Saat ini alat berat masih bekerja untuk memperbaiki aliran sungai di sekitar jembatan.