Hari Lahir Bung Karno 6 Juni: Jejak Sang Proklamator Menuju Kemerdekaan Indonesia

Johan - Sabtu, 06 Juni 2026 09:51 WIB
Soekarno dan perintah pertamanya sebagai presiden Indonesia (Foto: Instagram/ @membacasoekarno)

SURABAYA - Tanggal 6 Juni menjadi momentum penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Pada tanggal tersebut, tahun 1901, lahir sosok yang kelak dikenal sebagai Proklamator Kemerdekaan sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno atau yang akrab disapa Bung Karno.

Lahir di kawasan Peneleh, Surabaya, Bung Karno memiliki nama kecil Kusno Sosrodihardjo. Ia merupakan putra dari Raden Soekemi Sosrodihardjo, seorang guru pribumi asal Jawa, dan Ida Ayu Nyoman Rai, perempuan Bali dari kalangan Brahmana. Perpaduan latar belakang budaya Jawa dan Bali membentuk karakter Soekarno yang dikenal menjunjung tinggi persatuan dan keberagaman.

Sejak usia muda, Bung Karno telah menunjukkan ketertarikan terhadap dunia pendidikan dan pergerakan nasional. Saat menempuh pendidikan di Hogere Burger School (HBS) Surabaya, ia tinggal di rumah tokoh Sarekat Islam, H.O.S. Tjokroaminoto. Dari lingkungan tersebut, jiwa nasionalisme dan kemampuan orasinya mulai berkembang.

Baca Juga: Prabowo Kenang Hari Lahir Bung Karno Lewat Unggahan Potret Sang Proklamator

Perjalanan akademiknya berlanjut di Technische Hoogeschool te Bandoeng yang kini dikenal sebagai Institut Teknologi Bandung (ITB). Lulus sebagai insinyur pada tahun 1926, Bung Karno justru semakin aktif dalam perjuangan politik. Bersama sejumlah tokoh muda, ia mendirikan Algemeene Studie Club yang kemudian berkembang menjadi Partai Nasional Indonesia (PNI) pada 1927.

Melalui pidato-pidatonya yang berapi-api, Bung Karno mengobarkan semangat rakyat untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Aktivitas politiknya membuat pemerintah kolonial Belanda beberapa kali menangkap dan mengasingkannya ke Ende, Flores, serta Bengkulu.

Masa pendudukan Jepang menjadi fase penting dalam perjalanan perjuangannya. Pada 1 Juni 1945, Bung Karno menyampaikan gagasan dasar negara yang kemudian dikenal sebagai Pancasila dalam sidang BPUPKI. Gagasan tersebut menjadi fondasi utama berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Puncak perjuangan Bung Karno terjadi pada 17 Agustus 1945. Bersama Mohammad Hatta, ia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jakarta. Sejak saat itu, Bung Karno resmi menjadi Presiden pertama Republik Indonesia dan memimpin bangsa menghadapi berbagai tantangan pascakemerdekaan.

Tak hanya berperan dalam negeri, Bung Karno juga dikenal sebagai tokoh dunia yang aktif memperjuangkan anti-kolonialisme. Salah satu pencapaian besarnya adalah penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada 1955 yang menjadi simbol solidaritas negara-negara berkembang.

Meski menghadapi berbagai dinamika politik hingga akhir masa pemerintahannya, warisan pemikiran Bung Karno tetap melekat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila, semangat gotong royong, serta cita-cita Indonesia yang berdaulat menjadi peninggalan berharga bagi generasi penerus.

Bung Karno wafat pada 21 Juni 1970 dan dimakamkan di Blitar, Jawa Timur. Hingga kini, namanya tetap dikenang sebagai tokoh sentral dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Peringatan hari lahir Bung Karno setiap 6 Juni menjadi pengingat akan pentingnya menjaga persatuan, nasionalisme, dan semangat membangun bangsa sebagaimana yang dicita-citakan oleh Sang Proklamator.*

(k/dh)

Editor
: Nurul

Tag:

Berita Terkait

Sosok

Prabowo Kenang Hari Lahir Bung Karno Lewat Unggahan Potret Sang Proklamator

Sosok

Prabowo-Megawati Bergandengan Tangan di Hari Pancasila, Istana Tegaskan Semangat Persatuan Nasional

Sosok

Bacakan Pleidoi, Nadiem Makarim: Terima Kasih Prabowo, Jokowi, SBY, dan Megawati

Sosok

Prabowo Gandeng Megawati di Hari Pancasila, PDI-P Jadi Sorotan Publik

Sosok

Prabowo-Megawati Bergandengan Tangan di Hari Pancasila, Pengamat: Beda Politik Tak Harus Bermusuhan

Sosok

Hasto: Banyak Masalah yang Dihadapi Prabowo Merupakan Warisan Pemerintahan Jokowi