ACEH JAYA – Warga Aceh Jaya berduka atas berpulangnya Teungku Nyak Sandang bin Lamudin, tokoh masyarakat yang dikenal luas atas jasanya menyumbangkan harta kekayaan untuk pembelian pesawat pertama Indonesia, Seulawah RI-001.
Almarhum meninggal dunia di rumahnya di Gampong Lhuet, Kecamatan Jaya, Selasa siang (7/4/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
"Iya benar, Nyak Sandang meninggal dunia siang tadi," kata Syamsuddin Rani, Camat Kecamatan Jaya. Warga Aceh Jaya kini mengenang almarhum sebagai sosok patriotik yang menorehkan sejarah nasional.
Baca Juga: Mualem Tutup Kepulangannya ke Kampung Halaman dengan Salat di Masjid yang Dibangunnya dari Dana Pribadi Cucu Nyak Sandang, Ataillah, menambahkan bahwa almarhum tidak sedang sakit parah, namun kondisinya melemah karena usia yang genap 100 tahun.
Pada usia 23 tahun, Nyak Sandang menjual sepetak tanah dan 10 gram emas seharga Rp 100 untuk disumbangkan kepada pemerintah, yang kemudian digabungkan dengan donasi masyarakat Aceh berupa SGD 120.000 dan 20 kilogram emas murni.
Presiden Soekarno menggunakan dana tersebut untuk membeli dua unit pesawat, Seulawah R-001 dan Seulawah R-002, yang menjadi simbol kedaulatan udara Indonesia dan cikal bakal maskapai Garuda Indonesia.
Pengorbanan Nyak Sandang tidak hanya mencerminkan solidaritas masyarakat Aceh, tetapi juga mempertegas peran penting Aceh dalam sejarah transportasi nasional.
Nyak Sandang sempat diundang ke Istana Negara pada 21 Maret 2018 untuk bertemu Presiden ke-7 Joko Widodo.
Dalam pertemuan itu, ia menyampaikan sejumlah permohonan, termasuk layanan operasi katarak, pembangunan masjid di kampung halamannya di Lamno, Aceh, serta kesempatan menunaikan ibadah haji.
Presiden Jokowi berjanji akan menindaklanjuti permohonan tersebut.
Sebagai tindak lanjut, Masjid Baitussalam Nyak Sandang dibangun oleh Kementerian PUPR mulai Oktober 2020 dan kini telah sepenuhnya difungsikan untuk ibadah masyarakat Gampong Lhuet.
Pada 25 Agustus 2025, Presiden H. Prabowo Subianto menganugerahi Bintang Jasa Utama kepada Nyak Sandang di Istana Negara, Jakarta.