MEDAN — Keuskupan Agung Medan tengah berduka atas wafatnya Uskup Emeritus Mgr. Alfred Gonti Pius Datubara OFMCap pada Jumat pagi, 17 Oktober 2025, di Rumah Sakit St. Elisabeth Medan. Mendiang wafat dalam usia lanjut pada pukul 09.13 WIB.
Kabar duka tersebut disampaikan langsung oleh Uskup Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap, melalui keterangan resmi yang diunggah di situs Keuskupan Agung Medan, Jumat (17/10/2025).
"Dalam duka yang mendalam kami sampaikan, telah menghadap dalam damai kepada Allah Bapa di surga, Mgr. Alfred Gonti Pius Datubara OFMCap," ujar Mgr. Kornelius.
Baca Juga: Dibantu Wali Kota, Konflik Lurah Medan Timur dan Warga Diselesaikan secara Kekeluargaan Mgr. Pius Datubara merupakan figur penting dalam sejarah Gereja Katolik di Sumatera Utara.
Ia memimpin Keuskupan Agung Medan selama lebih dari tiga dekade, menjabat sejak tahun 1976 hingga mengundurkan diri sebagai Uskup Agung pada 2009 dan menjadi Uskup Emeritus.
"Mgr. Pius adalah gembala yang dengan penuh kasih telah menggembalakan umat Allah di Keuskupan Agung Medan. Dalam kesederhanaan Fransiskan, beliau mempersembahkan hidupnya bagi Gereja dan masyarakat Sumatera Utara," tambah Kornelius.
Uskup Kornelius juga menyoroti kontribusi besar almarhum dalam membangun jembatan persaudaraan antaragama, memperjuangkan martabat manusia, serta menyemai semangat damai di tengah keberagaman.
Pihak Keuskupan menyampaikan bahwa jenazah almarhum akan disemayamkan di Gereja Katedral Medan, yang berlokasi di Jl. Pemuda No.1, Medan.
"Perayaan Ekaristi dan seluruh rangkaian penghormatan akan diinformasikan lebih lanjut," kata Uskup Kornelius.
Ia juga mengajak seluruh umat untuk mendoakan almarhum agar diterima dalam damai abadi bersama para kudus, serta mendoakan keluarga dan umat yang ditinggalkan agar dikuatkan dalam pengharapan akan kebangkitan.
Mgr. Alfred Gonti Pius Datubara lahir pada 12 Februari 1934. Ia ditahbiskan sebagai imam dalam tarekat Ordo Fratrum Minorum Capuccinorum (OFMCap) dan menjadi Uskup Agung Medan pada tahun 1976.
Ia dikenal luas sebagai tokoh keagamaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kesederhanaan, toleransi, dan pengabdian kepada masyarakat.*