JAKARTA– Sosok Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Prof. Dr. Ir. Dadan Hindayana, tengah menjadi sorotan publik setelah program Makan Bergizi Gratis (
MBG) menuai kritik keras akibat kasus keracunan massal hingga temuan belatung di makanan siswa.Publik mempertanyakan latar belakang Dadan, yang ternyata bukan ahli gizi melainkan seorang entomologis atau ahli serangga. Ia menempuh pendidikan di Institut Pertanian Bogor (IPB) jurusan Proteksi Tanaman, kemudian melanjutkan studi S2 Entomologi Terapan di University of Bonn, Jerman, dan S3 Entomologi di Leibniz Universität Hannover.
Baca Juga: BGN Tutup 40 Dapur MBG Usai Ribuan Kasus Keracunan Massal Pada 19 Agustus 2024, lewat Keputusan Presiden Nomor 94P Tahun 2024, Presiden Joko Widodo melantik Dadan sebagai Kepala BGN, lembaga baru yang dibentuk berdasarkan Perpres No. 83 Tahun 2024. Sejak saat itu, ia memimpin pelaksanaan program strategis nasional di bidang pangan dan gizi, termasuk
MBG yang kini menuai kontroversi.Kritik semakin tajam setelah sejumlah insiden terjadi, di antaranya kasus keracunan massal di berbagai daerah dan temuan belatung pada makanan
MBG di SDN 1 Karang Agung, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Insiden ini membuat sekolah setempat menghentikan pembagian makanan untuk mencegah korban.Hingga kini, tercatat 5.626 kasus keracunan siswa di 16 provinsi, dengan Jawa Barat sebagai daerah tertinggi yakni 2.051 kasus.