JAKARTA — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Jasa Utama kepada Teungku Nyak Sandang bin Lamudin, sosok berjasa dalam perjuangan kemerdekaan dan tonggak awal kemandirian transportasi udara nasional.
Upacara penghargaan yang berlangsung di Istana Negara pada Senin (25/8) ini berlangsung penuh haru.
Teungku Nyak Sandang, yang kini hadir dalam kondisi lanjut usia dan menggunakan kursi roda, disambut penuh hormat oleh Presiden Prabowo.
Dalam momen yang menyentuh, Presiden bahkan berlutut untuk mengalungkan langsung tanda kehormatan tersebut.
Tepuk tangan hadirin menggema ketika narator menyebut kontribusi besar Teungku Nyak Sandang dalam pengadaan pesawat Seulawah RI-001, pesawat pertama milik Republik Indonesia.
Momen itu menjadi pengingat akan peran rakyat dalam mengukir sejarah kemerdekaan bangsa.
Wujud Nyata Patriotisme dari Tanah Rencong
Kisah Teungku Nyak Sandang berawal pada tahun 1948, di tengah situasi genting pasca-kemerdekaan.
Saat itu, Indonesia belum memiliki sarana transportasi udara yang memadai untuk mendukung diplomasi internasional dan mobilitas pemimpin negara.
Presiden Soekarno kemudian melakukan kunjungan ke Aceh dan mengajak rakyat untuk berkontribusi demi membeli pesawat.
Ajakan tersebut disambut antusias. Masyarakat Aceh dari berbagai kalangan, termasuk para ulama dan pedagang, menyumbangkan uang, emas, hingga harta benda.