MEDAN— Tepat pada 23 Maret 1978 silam, Adam Malik resmi menjadi Wakil Presiden ke-3 Republik Indonesia.
Ia dipilih langsung oleh Presiden Soeharto menggantikan Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang tidak bersedia dicalonkan kembali.
Penunjukannya bukanlah tanpa alasan: Adam Malik adalah sosok yang melewati empat babak sejarah penting bangsa Indonesia.
Dikenal sebagai "Si Bung" di kalangan keluarga dan kerabat dekat, Adam Malik merupakan tokoh yang mencatatkan jejak kuat dalam sejarah bangsa.
Lahir di Pematangsiantar, Sumatera Utara, pada 22 Juli 1917, Adam adalah putra dari pasangan Abdul Malik Batubara dan Salamah Lubis.
Bahkan di usia belia, Adam Malik telah menunjukkan kecerdasan dan semangat nasionalisme.
Ia dijuluki "kancil" oleh Perdana Menteri Amir Syarifudin karena kecerdikannya.
Pada usia 17 tahun, ia memimpin Partindo Pematangsiantar, partai lokal yang ia kembangkan dari hanya 11 orang anggota.
Merantau ke Jakarta, Lahirnya Karier Wartawan dan Pejuang
Setelah merantau ke Jakarta, Adam Malik menapaki karier sebagai jurnalis.
Ia adalah salah satu pendiri Kantor Berita Antar, cikal bakal LKBN Antara.