Empat Anak Yatim di Serang Jalani Hidup Memprihatinkan Setelah Ibu Menikah Lagi, Viral di Media Sosial

Redaksi - Minggu, 29 Desember 2024 10:58 WIB

Warning: getimagesize(https://bitvonline.com/cdn/uploads/images/2024/12png-transparent-cartoon-sibling-graphy-illustration-4-children-childrens-clothing-child-photography.png): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 172

Serang – Empat anak yatim di Kampung Cadas Ngerong, Desa Kadu Beureum, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten, menjalani kehidupan yang sangat memprihatinkan setelah ibu mereka menikah lagi. Keempat anak tersebut, D (11), I (9), As (7), dan Al (4), kini tinggal di rumah semi permanen tanpa pendampingan orang tua. D, sebagai anak tertua, mengungkapkan bahwa ia terpaksa berhenti sekolah untuk merawat ketiga adiknya. Dalam video yang diunggah oleh Kasubdit Gasum Direktorat Samapta Polda Banten, Kompol Jajang Mulyaman, terlihat D dan adik-adiknya menangis mengenang ibu mereka. D mengungkapkan, “Tinggal di sini berempat. Bapak sudah meninggal, mamah nikah lagi. Nggak tahu, nggak pernah ke sana ke rumah suami ibu.” D juga menjelaskan bahwa ibunya hanya sesekali mengirimkan makanan. “Makan dikirim sore, kalau sore nggak dikirim nanti dianter pagi,” kata D dalam video tersebut.

Namun, SS (49), ibu dari empat anak tersebut, membantah tuduhan bahwa ia meninggalkan anak-anaknya. “Yang viral itu nggak semuanya benar. Kadang saya tidur di sana, kadang di sini,” ujar SS. Ia menjelaskan bahwa anak-anaknya tidak tinggal bersamanya di rumah suaminya karena keinginan mereka sendiri. “Kalau saya pulang ke sini mau tidur, kata D, ‘Mama nggak usah tidur di sini, biarin aja. Yang penting mah aku dikirim uang sama makanannya di sini pun nggak apa-apa’,” katanya menirukan ucapan anak sulungnya. SS menegaskan bahwa ia selalu mengutamakan kebutuhan anak-anaknya dan selalu memastikan mereka tidak kelaparan.

Kondisi keempat anak yatim ini pertama kali terungkap setelah Kompol Jajang Mulyaman mengunjungi rumah mereka. “Saya dapat info, bapaknya meninggal dua tahun lalu, ibunya menikah lagi. Terus saya cek ke sana bersama anggota, ternyata benar,” kata Jajang. Video kunjungan tersebut kemudian viral di media sosial, mendapatkan perhatian banyak pihak, termasuk Polsek Pabuaran, Camat, Dinas Sosial, hingga Kementerian Sosial yang datang memberikan bantuan. Jajang berharap kisah ini semakin menyentuh hati banyak orang dan mengundang lebih banyak bantuan untuk keempat anak tersebut. “Mereka sangat kasihan. Masih kecil harus mengurus pekerjaan rumah sendiri hingga terpaksa harus putus sekolah,” ujarnya. Pasca viralnya video tersebut, masyarakat sekitar dan berbagai pihak berbondong-bondong memberikan bantuan untuk D dan adik-adiknya, yang kini menjalani kehidupan yang jauh dari kata layak.

(Christie)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Sosok

Supris Resmi Bergabung, Koti Pemuda Pancasila Sumut Gelar Syukuran dan Santuni Puluhan Anak Yatim

Sosok

Hasil Lab Negatif, Dugaan Keracunan MBG di SMAN 1 Lubukpakam Terjawab

Sosok

Butuh Modal Usaha? KUR BSI 2026 Bisa Cair hingga Rp300 Juta, Cek Syarat dan Tabel Angsurannya

Sosok

Presiden Prabowo di Rute Konstitusi "Welfare State"

Sosok

Beri Efek Jera Pelaku Karhutla, Menhut Usul Lahan Terbakar Jangan Ditanami Lagi Selama 5 Tahun

Sosok

Kepala BNPB: Asap dan Kabut Karhutla Bisa Hilang jika Hujan Deras Turun