Pulang Malu Tak Pulang Rindu, Kisah Budi, Nelayan Yang Mencari Rejeki di Ujung Ufuk

Redaksi - Senin, 06 Mei 2024 05:46 WIB

SERDANG BEDAGAI -Di balik gemerlapnya pantai Serdang Bedagai, Sumatera Utara, terdapat kisah hidup seorang nelayan yang mencerminkan perjuangan dan keteguhan hati dalam menghadapi cobaan hidup. Budi, seorang nelayan berusia 43 tahun, telah menggeluti profesi ini sejak ia berhenti sekolah pada kelas 3 SD. Meski tanpa latar belakang pendidikan formal, Budi memiliki kearifan lokal yang tak ternilai harganya.

“Saya cuma nelayan kecil, tapi kami tahu mana baik ataupun buruk,” cetus Budi, yang merupakan warga Kampung Nelayan, Belawan, dengan mantap.

 Ketika sedang menawarkan kerang ijo, dagangan utamanya, Budi terlihat tekun dalam menjalankan profesi yang telah menjadi mata pencahariannya sehari-hari. Dengan semangat pantang menyerah, ia berjalan di bawah terik matahari, menjajakan dagangannya kepada para pengunjung pantai dengan harapan dapat laku secepatnya.

Namun, di balik tampilannya yang sederhana, tersimpan cerita kehidupan yang penuh liku dan tantangan. Keberuntungan bagi Budi datang di musim kemarau atau saat matahari bersinar terik, karena itulah saat-saat dimana ia bisa mendapatkan banyak seafood.

Namun, profesi sebagai nelayan juga tak lepas dari risiko dan kesulitan. Setiap mencari kemudi kapal, Budi harus menyelam hingga kedalaman 25 meter dengan hanya bermodalkan batu yang pas. Kondisi ini tidak hanya mempengaruhi fisiknya, tetapi juga mentalnya, karena seringkali ia harus menahan sesak nafas di bawah laut.

Meskipun hidupnya dipenuhi dengan kekurangan, Budi tetap menjalankan ajaran orangtuanya, yaitu lebih baik memberi daripada meminta. “Lebih baik saya memberi daripada meminta,” ungkapnya dengan penuh keyakinan.

Namun, di tengah keterbatasan yang ia hadapi, Budi juga mengakui bahwa pulang malu tak pulang rindu menjadi pilihan yang berat baginya. Kadang-kadang, ketiadaan uang membuatnya harus bertahan di tempat, dengan harapan suatu hari nanti ada kesempatan untuk pulang.

Kehidupan sehari-hari Budi juga tidak luput dari tantangan ekonomi. Pendapatan yang ia peroleh seringkali tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan keluarganya di Belawan. Kendati begitu, Budi tetap menjaga semangat dan harapan akan perubahan hidup yang lebih baik di masa depan.

Meski belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah, Budi tetap berusaha keras untuk mencari nafkah demi kelangsungan hidupnya dan keluarganya. Dalam setiap gelombang ombak yang menghampirinya, ia tetap tegar dan penuh harapan.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Sosok

Aceh Bangkit Usai Bencana, Rp231 Miliar Digelontorkan untuk Pulihkan Sawah dan Irigasi Petani

Sosok

Lhokseumawe Mulai Gunakan Dana TKD Rp126,9 Miliar, 42 Program Pemulihan Pascabencana Dijalankan

Sosok

Gempa M7,1 Guncang Jepang, Kemlu Pastikan WNI di Kumamoto dan Kyushu Aman

Sosok

Kepuasan Prabowo Merosot di Survei SMRC, Bakom: Nanti Bisa Naik Lagi

Sosok

KPK Bongkar Dugaan Suap Rp1,5 Miliar dan Emas 1 Kg di Balik Dana Hibah Pokmas Jatim

Sosok

Gaji Manajer Koperasi Merah Putih Dijamin APBN Selama Dua Tahun, Setelah Itu Mandiri