Psikiater Terkemuka Berikan Pandangannya Terhadap Gugatan Cerai Ricis dan Ryan

Redaksi - Selasa, 07 Mei 2024 02:42 WIB

JAKARTA -Gugatan cerai antara selebriti Ria Ricis dan Teuku Ryan telah menjadi sorotan publik. Namun, dalam sorotan yang lebih mendalam, psikiater terkemuka, Mintarsih, memberikan pandangannya terhadap isu viral ini, khususnya terkait masalah nafkah batin yang menjadi perdebatan di antara keduanya.

Dalam pertemuan di kawasan Jakarta Selatan, Mintarsih menyampaikan pandangannya dengan bijaksana. “Kalau orang bisa memberikan nafkah batin, bagaimana cara komprominya. Itu sulit dinilai,” ujarnya, menyoroti kompleksitas masalah yang terlibat.

Menurutnya, persoalan nafkah batin sangatlah relatif dan tidak bisa dipukul rata karena setiap rumah tangga memiliki dinamika yang berbeda. “Masalah perceraian karena kurang nafkah batin kembali ke kepribadian apakah itu wajar atau tidak,” imbuhnya, menekankan pentingnya memahami konteks individu dalam setiap kasus.

Mintarsih menegaskan pentingnya kompromi antara suami dan istri dalam menangani masalah tersebut. Ia menolak untuk langsung menyalahkan Teuku Ryan atas ketidakmampuannya memenuhi kebutuhan nafkah batin Ricis, mengingat penilaian terhadap penyebab perceraian tidak bisa dilakukan secara langsung tanpa mempertimbangkan faktor-faktor lainnya.

Dalam memberikan pandangannya, Mintarsih memberikan contoh tentang bagaimana reaksi seseorang terhadap kondisi yang mengharuskan pasangan tidak bisa memberikan nafkah batin, seperti dalam kasus ketika seorang suami lumpuh. Ia menekankan bahwa keputusan untuk bertahan dalam rumah tangga atau berpisah sangat tergantung pada kedua belah pihak, terutama dari pihak istri.

Sementara itu, gugatan cerai yang diajukan oleh Ria Ricis mencatatkan kurangnya nafkah batin sebagai salah satu alasan keretakan rumah tangga mereka. Ricis bahkan merasa rendah diri dan tertekan secara psikis karena tidak mendapatkan kasih sayang dan nafkah batin dari suaminya.

Upaya untuk memperbaiki hubungan dilakukan oleh Ricis, termasuk membawa Ryan ke rumah sakit dan mencoba pengobatan alternatif. Namun, ketidakmampuan Ryan memenuhi kebutuhan Ricis membuatnya merasa tertekan hingga memikirkan untuk melakukan operasi implan payudara agar suaminya tertarik lagi padanya.

Dalam kesimpulannya, isu nafkah batin dalam perceraian Ricis dan Ryan menjadi sorotan, dengan Mintarsih menekankan pentingnya kompromi dan pemahaman terhadap dinamika dalam hubungan suami istri. Kompleksitas masalah ini menuntut keterlibatan dan pemahaman yang mendalam dari semua pihak terkait.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Sosok

Gibran, Jokowi hingga Jusuf Kalla Hadiri Akad Nikah Kasespri Prabowo

Sosok

Harga Emas Antam Naik Rp65 Ribu Sepekan, Kini Rp2,74 Juta per Gram

Sosok

Gratis hingga Desember! BRT Mebidang Mulai Uji Coba, Ini Rute dan Jam Operasionalnya

Sosok

Seminggu Usai Gempa NTT: 87 Orang Meninggal, Lebih dari 150 Ribu Warga Mengungsi dan 53.971 Rumah Rusak

Sosok

Masyarakat Indonesia Simpan 1.800 Ton Emas Senilai Rp4.458 Triliun “Di Bawah Bantal”

Sosok

Desa Adat Sade Lombok Terbakar, Sekitar 250 Rumah Ludes Dilalap Api