Tapir Sumatra, Satu-satunya Punya Warna Hitam Putih di Dunia: Keunikan dan Ancaman Terhadap Spesies Ikonik

BITVonline.com - Minggu, 02 Juni 2024 04:54 WIB

SUMUT -Tapir Sumatra, dengan kombinasi warna hitam dan putih yang ikonik, telah menjadi salah satu satwa yang paling dikenal dan terancam punah di Indonesia. Populasinya diperkirakan hanya berjumlah kurang dari 400 hingga 500 individu menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN) pada tahun 2016. Habitat alaminya terbatas hanya di pulau Sumatra, menjadikannya sebagai satu-satunya spesies tapir yang ditemukan di Indonesia.

Kombinasi warna hitam dan putih pada tubuh tapir Sumatra membuatnya unik dan istimewa. Tapir Sumatra masuk dalam kategori 45 binatang dengan pola warna semacam ini, yang juga termasuk panda, zebra, orca, dan lainnya. Namun, tapir Sumatra merupakan satu-satunya spesies tapir yang memiliki pola warna hitam dan putih. Dalam keluarga tapir, terdapat lima spesies lainnya, seperti tapir Brazil, tapir gunung, dan tapir Asia.

Meskipun warna hitam dan putihnya membuat tapir Sumatra terlihat mencolok di daerah terbuka, namun di habitatnya yang berupa hutan lebat dan berawa, kehadirannya sulit untuk ditandai. Para penjelajah hutan menggambarkan pertemuannya dengan tapir sebagai pengamatan terhadap batu abu-abu terang di lantai hutan yang tiba-tiba menjadi hidup dan lari. Dengan kemampuannya yang aktif pada malam hari dan mengandalkan indera penciuman dan pendengaran, tapir Sumatra cenderung menghindari paparan cahaya pada siang hari.

Namun, tapir Sumatra kini menghadapi berbagai ancaman yang mengancam kelangsungannya. Degradasi habitat, perburuan ilegal, dan konflik dengan manusia menjadi beberapa faktor utama yang mengancam tapir Sumatra. Meningkatnya interaksi antara tapir dengan manusia, terutama dalam pencarian makanan di area yang dihuni manusia, juga meningkatkan risiko konflik.

Dalam upaya melestarikan tapir Sumatra, penelitian dan konservasi habitat menjadi kunci utama. Perlindungan terhadap habitat alami tapir, pengelolaan hutan yang berkelanjutan, dan upaya pencegahan konflik dengan manusia menjadi langkah-langkah yang penting dalam menjaga kelangsungan hidup spesies ini.

Dengan upaya yang berkelanjutan dan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi konservasi, diharapkan tapir Sumatra dapat terus bertahan dan tidak menjadi satu-satunya spesies tapir dengan warna hitam putih di dunia yang menghadapi kepunahan.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Sosok

Kemnaker Matangkan Strategi Tripartit Jelang ILC ke-114 di Swiss, Bahas Dampak AI pada Dunia Kerja

Sosok

Agus Fatoni Dorong Transformasi Digital Keuangan Daerah, Tekankan Integrasi Data SIPD

Sosok

UPZ IKA Unpad Salurkan Daging Domba Premium ke Warga Jatinangor pada Iduladha 1447 H

Sosok

Efisiensi Anggaran, Distribusi MBG Tak Lagi 6 Hari dalam Sepekan

Sosok

Forum Jurnalis Medan Sembelih 4 Hewan Kurban, Pererat Solidaritas di Kalangan Wartawan

Sosok

Unmuha Sembelih 14 Hewan Kurban, Salurkan 780 Paket Daging ke Civitas dan Warga Sekitar