MEDAN — Kota Medan, ibu kota Provinsi Sumatera Utara, memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan perkebunan dan pertemuan berbagai budaya.
Jejak sejarah tersebut tidak hanya terlihat dari bangunan bersejarah, tetapi juga dari nama sejumlah wilayahnya.
Di antara 21 kecamatan yang ada di Kota Medan, tiga di antaranya memiliki nama yang berkaitan dengan istilah atau nama asing, yakni Medan Marelan, Medan Helvetia, dan Medan Polonia.
Baca Juga: Banjir dan Longsor Terjang 6 Kabupaten di Sumut! Ratusan Warga Terdampak, Jalan hingga Jembatan Putus Nama-nama tersebut berkaitan dengan sejarah perkebunan pada masa lalu, termasuk kedatangan investor asing ke wilayah Deli.
Saat itu, perkebunan tembakau menjadi salah satu komoditas penting yang membuat kawasan tersebut dikenal luas.
Lantas, bagaimana asal-usul ketiga nama kecamatan tersebut?
1. Medan Marelan, Berasal dari Nama Perkebunan Maryland
Kecamatan Medan Marelan berada di bagian utara Kota Medan.
Wilayah ini berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang di sebelah barat dan selatan, Medan Labuhan di sebelah timur, serta Medan Belawan di sebelah utara.
Pada masa lalu, kawasan Marelan merupakan bagian dari wilayah Kesultanan Deli yang dimanfaatkan sebagai perkebunan melalui hak konsesi dari sultan.
Tidak hanya pengusaha Belanda, investor dari berbagai negara juga datang ke Deli untuk mengembangkan usaha perkebunan.
Mereka berasal dari Amerika, Inggris, Jerman, Swiss, Prancis, Polandia, Ceko, dan Belgia.