MEDAN – Medan Fashion and Culture Festival (MFCF) 2026 mengangkat tema Ulos in Innovation untuk mendorong kain tradisional Sumatera Utara menjadi bagian dari tren busana modern.
Melalui peragaan busana dan pameran, ulos diharapkan tidak hanya digunakan dalam acara adat, tetapi juga dapat dikenakan dalam aktivitas sehari-hari.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Medan, Airin Rico Waas, mengatakan inovasi dalam penggunaan ulos membuka peluang bagi kain tradisional tersebut untuk menjangkau lebih banyak kalangan.
Baca Juga: Bobby Nasution Temui Kajati Sumut Muhibuddin, Evaluasi Pembangunan dan Siapkan Agenda 2027 "Ulos yang dulunya banyak dipakai untuk acara seremonial, pernikahan, dan acara adat, sekarang sudah banyak inovasinya. Ulos bisa diolah menjadi wastra yang dikenakan dalam aktivitas sehari-hari, tanpa harus menunggu acara adat atau seremoni," ujar Airin saat diwawancarai di Sun Plaza Medan, Selasa (13/10/2026).
MFCF 2026 berlangsung pada 13–18 Oktober 2026 di atrium Sun Plaza Medan.
Setiap hari, sekitar 40 model dijadwalkan memperagakan busana karya para desainer yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Airin mengatakan, tema ulos dipilih sekaligus untuk memperingati Hari Ulos yang jatuh pada 17 Oktober serta mempromosikan wastra asli Sumatera Utara.
"Jadi dalam rangka memperingati Hari Ulos, kita ingin memperingati dengan cara mengenakan, mempromosikan kembali dengan adanya fashion show, dengan adanya, salah satunya di belakang saya ada Galeri Dekranasda Kota Medan di mana kita menampilkan berbagai macam ulos dan ada wastra-wastra yang menggunakan ulos-ulos dalam tampilan look-look desainnya," ungkap Airin.
Selain peragaan busana dan pameran, MFCF 2026 juga menghadirkan diskusi interaktif atau talkshow bersama para desainer.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi pelaku industri fesyen untuk berbagi gagasan mengenai pengembangan ulos dalam desain busana kontemporer.
"Hari ini kita ada tampil 10 desainer dan kegiatannya ada talkshow, ada juga fashion show dari desainer-desainer Kota Medan dan ada kolaborasi juga dengan desainer dari Jakarta dan juga ada narasumber dari Jakarta dan dari Kota Medan," ungkapnya.
Airin berharap, kegiatan tersebut dapat memperluas wawasan desainer lokal sekaligus membuka peluang untuk mengembangkan karya di tingkat nasional hingga internasional.