MEDAN - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan keberagaman menjadi kekuatan yang harus dijaga bersama. Hal itu disampaikan saat menerima audiensi Panitia Peringatan 100 Tahun Buddhis Tamil Nusantara di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Kamis (1/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Rico menekankan pentingnya peran pemerintah dalam menjaga kehidupan beragama yang harmonis. Menurutnya, masyarakat harus mendapatkan rasa aman dan nyaman dalam menjalankan ibadah.
"Yang terpenting adalah bagaimana keagamaan masyarakat bisa terlindungi sehingga selalu aman dalam beribadah. Pemahaman kita, setiap manusia berhak memiliki agama apapun," ujar Rico.
Baca Juga: Kumpul di Istana Maimun 23 Paguyuban Suku dan Tokoh Agama Bersatu Redam Konflik di Sumut Rico juga mengatakan Pemerintah Kota Medan terbuka terhadap berbagai kegiatan keagamaan dan kebudayaan dari seluruh golongan. Menurutnya, keberadaan komunitas Buddhis Tamil turut menjadi bagian dari perjalanan keberagaman Kota Medan.
"Pemko Medan selalu mendukung dan sangat terbuka terhadap agama apapun yang ingin merayakan hari besar agama maupun budaya," kata Rico.
Menjelang peringatan 100 tahun Buddhis Tamil Nusantara, Rico berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi perayaan seremonial. Ia meminta nilai spiritual dan sejarah yang terkandung dalam perjalanan komunitas tersebut dapat turut ditampilkan.
"Dalam acara nantinya saya berharap bukan sekadar perayaan, namun benar-benar menampilkan kesakralan agama," pesan Rico.
Pembina Masyarakat (Pembimas) Buddha Sumatera Utara, Sukasdi, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Pemko Medan terhadap kegiatan keagamaan dan budaya. Ia juga mengundang Rico untuk menghadiri puncak peringatan 100 Tahun Buddhis Tamil Nusantara yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 di Medan.
Sukasdi mengatakan peringatan satu abad tersebut membawa misi untuk menelusuri kembali perjalanan etnis Tamil di Sumatera Utara, termasuk sejarah berdirinya vihara pertama serta berbagai kegiatan sosial dan lingkungan.
"Peringatan 100 tahun ini akan membawa misi besar menelusuri kembali rekam jejak etnis Tamil di Sumatera Utara, merunut sejarah berdirinya vihara pertama, hingga aksi nyata menjaga alam melalui gerakan penghijauan," jelas Sukasdi.
Peringatan 100 Tahun Buddhis Tamil Nusantara dijadwalkan menjadi salah satu agenda yang mengangkat sejarah, kehidupan keagamaan dan keberadaan komunitas Tamil di Sumatera Utara. Rangkaian kegiatan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat kerukunan dan kebersamaan masyarakat di Kota Medan.
Kegiatan audiensi tersebut menjadi bagian dari komunikasi antara Pemko Medan dan panitia untuk mempersiapkan agenda peringatan satu abad Buddhis Tamil Nusantara sekaligus memperkuat semangat keberagaman di Kota Medan.* (dh)