ACEH BARAT — Bagi warga Gampong Suak Timah, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, nipah bukan sekadar tumbuhan yang tumbuh di rawa pesisir.
Tanaman itu telah menjadi bagian dari kehidupan warga dan sumber penghidupan yang terus dikembangkan.
Dari buah nipah, masyarakat mengolah berbagai produk seperti dodol, sirup, manisan, hingga karamel.
Baca Juga: Bulog: Harga Ayam Potong di Sumut Naik akibat Harga Jagung Mahal Potensi tersebut kembali diangkat melalui Festival Nipah 2026 yang akan digelar pada 11-15 September 2026.
Festival tahun ini mengusung tema "Nipah Meubudaya, Masyarakat Seujahtera."
Kegiatan tersebut digelar masyarakat Suak Timah bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh.
Festival Nipah tidak hanya dirancang sebagai kegiatan pertunjukan.
Warga ingin menjadikannya sebagai ruang untuk melestarikan budaya sekaligus menggali potensi ekonomi melalui kebudayaan.
Festival Nipah sebelumnya telah digelar pada 28-30 Oktober 2025.
Saat itu, berbagai kegiatan digelar, mulai dari Pawai Budaya, Piasan Suak, Rawon Paya Nipah, Meusahoe-Meurunoe, Kenduri Rakyat, permainan tradisional, Pameran Budaya, hingga Pasar Budaya.
Pasar tersebut mempertemukan kuliner, kerajinan, dan berbagai produk berbahan nipah dengan pengunjung.
Geuchik Suak Timah, Drs. Afdhal, berharap kegiatan tersebut semakin meningkatkan antusiasme masyarakat untuk mengembangkan ekonomi berbasis budaya.