MEDAN — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penyelenggaraan pesta adat budaya Karo, Merdang Merdem Kota Medan Tahun 2026.
Menurut Rico, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ruang untuk melestarikan budaya Karo, tetapi juga memiliki nilai adat dan kesakralan yang perlu dijaga.
Dukungan itu disampaikan Rico Waas saat menerima audiensi Panitia Merdang Merdem Kota Medan Tahun 2026 yang dipimpin Ketua Panitia Dato Adil Freedy Sembiring di Balai Kota Medan, Selasa (8/9/2026).
Baca Juga: Sudah Daftar Haji Sejak 2010, 160 Warga Medan Ini Masih Raib, Rico Waas Kejar hingga ke Tingkat Kelurahan Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana silaturahmi sekaligus membahas berbagai persiapan dan rencana pelaksanaan Merdang Merdem tahun ini.
Rico mengatakan Merdang Merdem merupakan kegiatan yang baik bagi Kota Medan.
Sebagai kota dengan masyarakat yang berasal dari berbagai suku dan latar belakang budaya, Medan dinilai memiliki ruang yang luas untuk terus menjaga keberagaman tersebut.
"Ini kegiatan yang sangat baik. Kota Medan banyak suku, termasuk suku Karo. Tentunya kebudayaan harus kita lestarikan," ujar Rico Waas didampingi Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Ahmad Barli Mulia dan Kadis Pariwisata Odi Anggia Batubara.
Menurut Rico, pelestarian kebudayaan penting dilakukan agar nilai-nilai adat dan budaya tetap hidup serta dapat dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.
Meski mendukung pelaksanaannya, Rico mengingatkan panitia agar Merdang Merdem tidak hanya menjadi kegiatan seremonial.
Nilai adat dan kesakralan dalam setiap rangkaian acara harus tetap menjadi perhatian.
"Acara ini tidak hanya seremonial, tetapi tingkat kesakralan perlu diperhatikan. Ini menjadi saran dan masukan agar acara ini berjalan dengan baik," jelas Rico Waas.
Rico juga berharap pelaksanaan Merdang Merdem 2026 dapat dikemas lebih baik dan mampu memperkenalkan budaya Karo kepada masyarakat secara lebih luas.