MEDAN — Kuil Sree Soepramaniem Nagarattar di Kota Medan menjadi salah satu rumah ibadah Hindu tertua yang masih berdiri hingga kini.
Kuil ini dibangun pada 1892 oleh komunitas Nagarathar, bagian dari kelompok marga Chettiar asal Tamil, India Selatan.
Pendeta Sad Agustin Ganesha menjelaskan, komunitas Nagarathar dikenal sebagai kelompok pedagang yang dahulu datang ke Medan untuk berdagang sekaligus membuka usaha.
Baca Juga: Bobby Nasution Ungkap Pernah Tolak Izin Perjalanan Dinas Wali Kota Medan ke China Mereka juga berperan sebagai penyedia layanan keuangan pada masa itu.
"Mereka dikenal seperti bank pada zaman dahulu, siapa pun yang mau meminjam bisa datang ke mereka," ujar Agustin, Kamis, 21 Mei 2026.
Ia menyebut, keberadaan kuil ini tidak lepas dari peran tokoh Tjong A Fie yang memberikan lahan kepada komunitas Nagarathar untuk membangun tempat ibadah.
Sejak itu, kuil tersebut berdiri dan terus dirawat secara turun-temurun.
Kuil yang mampu menampung sekitar 500 umat ini telah beberapa kali direnovasi, namun bentuk aslinya tetap dipertahankan agar menyerupai arsitektur kuil di India Selatan.
"Renovasi terakhir dilakukan pada Juni 2025 dan sudah melalui proses penyucian ulang. Namun ciri khas bangunan tetap dijaga," kata Agustin.
Selain menjadi tempat ibadah, kuil ini juga menjadi tujuan wisata religi, termasuk bagi wisatawan asal Malaysia.
Banyak warga Tamil Malaysia yang berkunjung ke Medan untuk beribadah di kuil tersebut, khususnya di Kuil Murugan yang masih berada dalam kompleks yang sama.
Di dalam kuil terdapat sejumlah patung dewa yang didatangkan langsung dari India, seperti Ganesha, Vishnu, Muruga, Shiva, dan Parwati.