MEDAN — Bangunan Kantor Pos Pematangsiantar menjadi salah satu saksi perkembangan sistem komunikasi modern di Pematangsiantar sejak era kolonial Belanda.
Fasilitas layanan pos yang berada di kawasan Jalan W.R. Supratman itu tercatat telah berdiri sejak 1913 dan memainkan peran penting dalam jaringan komunikasi Hindia Belanda pada awal abad ke-20.
Dalam buku Potret Simalungun Tempoe Doeloe: Menafsir Kebudayaan Lewat Foto karya Erond L. Damanik dijelaskan bahwa kantor pos menjadi infrastruktur vital dalam sistem komunikasi kolonial yang menghubungkan wilayah Hindia Belanda dengan Eropa.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan KPR 40 Tahun, Maruarar: Ringankan Angsuran Masyarakat "Kantor pos adalah sarana penting dalam sistem komunikasi kolonial yang menghubungkan Hindia Belanda dengan Eropa," tulis Erond dalam bukunya.
Pada masa itu, surat menjadi sarana utama pertukaran informasi karena jaringan telepon dan telegraf belum berkembang luas di berbagai daerah.
Kehadiran kantor pos tidak hanya melayani kebutuhan komunikasi masyarakat, tetapi juga mendukung aktivitas administrasi pemerintahan kolonial serta sektor perdagangan yang berkembang pesat di kawasan perkebunan Sumatera Timur.
"Fungsi kantor pos tidak hanya untuk komunikasi, tetapi juga menopang kegiatan administrasi dan perdagangan pada masa kolonial," tulis buku tersebut.
Sebagai kota yang berkembang pesat pada era perkebunan, Pematangsiantar menjadi salah satu titik penting dalam distribusi informasi antara pemerintah kolonial, perusahaan perkebunan, dan masyarakat.
Seiring perkembangan teknologi komunikasi, fungsi layanan pos perlahan mengalami perubahan.
Meski demikian, bangunan Kantor Pos Pematangsiantar tetap bertahan dan masih digunakan hingga kini.
Keberadaan gedung bersejarah ini menjadi pengingat bagaimana modernisasi sistem komunikasi mulai diperkenalkan di Sumatera Utara sejak lebih dari satu abad lalu.
Tak hanya sebagai tempat pengiriman surat, Kantor Pos Pematangsiantar juga menjadi bagian dari sejarah panjang perkembangan kota dan jejak infrastruktur kolonial yang masih berdiri hingga saat ini.*