DENPASAR — Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi menutup pelaksanaan Bulan Bahasa Bali (BBB) VIII, Sabtu (28/2/2026), di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali.
Koster menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara dan seluruh peserta yang aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan selama sebulan penuh.
Dalam sambutannya, Koster menekankan bahwa pelaksanaan BBB IX pada tahun 2027 harus lebih kaya materi, kreatif, dan inovatif.
Baca Juga: Gerakan Bali Bersih Sampah: 27.500 Warga Turun, Gubernur Koster Dorong 1 Pulau 1 Tata Kelola Ia menugaskan Kepala Dinas Provinsi Bali untuk mengundang para pakar dan merumuskan kegiatan agar lebih relevan dengan perkembangan zaman dan selera generasi muda sebagai pewaris budaya.
"Karena merekalah yang akan menjadi pewaris," ujar Koster. Ia juga mengusulkan agar materi memadik (lamaran versi Bali) dipertimbangkan dalam rangkaian kegiatan BBB tahun depan.
Gubernur kelahiran Desa Sembiran ini memuji pelaksanaan BBB VIII yang berlangsung dari 1–28 Februari.
Salah satu momen yang disaksikannya adalah anak-anak SMA mengoperasikan keyboard aksara Bali, sebuah inovasi yang hanya dimiliki Bali.
Koster berharap keyboard aksara Bali bisa dibagikan ke seluruh lembaga pendidikan mulai SD hingga SMA/SMK agar penggunaan aksara Bali menjadi lebih paten.
"Kegiatan nyurat Aksara Bali diikuti anak-anak mulai SD hingga perguruan tinggi, menggunakan berbagai media seperti lontar dan tembaga. Ini wahana regenerasi kemampuan nyurat yang sangat penting," ungkapnya.
Namun, Koster juga menyinggung adanya desa/kelurahan dan sekolah yang tidak menyelenggarakan BBB. Dari 1.500 desa adat, 12 absen; 45 desa/kelurahan dan 3 SMA/SMK tidak ikut; sementara 16 SLB seluruhnya berpartisipasi.
Ia menegaskan akan berdialog dengan pihak yang absen untuk memastikan partisipasi penuh pada tahun berikutnya.