PADANG PANJANG – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, meresmikan aktivasi kembali Rumah Puisi Taufiq Ismail di Padang Panjang, Sumatera Barat, Minggu (25/1/2026).
Aktivasi ini menegaskan peran Rumah Puisi yang berdiri sejak 2008 sebagai ruang belajar, museum sastra, dan pusat budaya bagi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Fadli menegaskan bahwa acara ini bukan peresmian baru, melainkan peluncuran kembali fungsi Rumah Puisi sebagai ruang publik.
Baca Juga: Rahasia Alam Sumut: 8 Danau yang Bikin Liburanmu Tak Terlupakan "Rumah Puisi ini memiliki sejarah panjang. Banyak sastrawan dan budayawan besar pernah hadir dan berkegiatan di sini," ujar Fadli.
Sejak tahun lalu, Rumah Puisi tidak hanya menjadi tempat apresiasi karya Taufiq Ismail, tetapi berkembang menjadi Museum Sastra Indonesia.
Museum ini memamerkan berbagai memorabilia sastra, termasuk mesin ketik para sastrawan, tulisan tangan HB Jassin, arsip rekaman pembacaan puisi, hingga perpustakaan karya sastrawan Indonesia.
"Rumah Puisi Taufiq Ismail merupakan salah satu kantong budaya yang hidup. Kami berharap tempat ini melahirkan penyair dan sastrawan baru, sekaligus menjadi pusat edukasi, budaya, dan ruang ekspresi yang berkelanjutan," lanjut Fadli.
Sastrawan Taufiq Ismail menyampaikan rasa syukur dan haru atas transformasi Rumah Puisi menjadi museum.
"Museum ini bukan sekadar bangunan penyimpanan kertas tua, melainkan rumah ingatan bagi peradaban bangsa. Semoga terus menyalakan pelita literasi di tengah arus zaman yang kian menderu," ujarnya.
Aktivasi ruang publik ini diharapkan menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda Sumatera Barat agar tetap terhubung dengan akar budaya.
Menurut Taufiq, sastra adalah kompas nurani yang menjaga kepekaan dan martabat bangsa.
Acara ini dihadiri jajaran pejabat daerah, seniman, budayawan, dan pegiat budaya, termasuk Asisten I Provinsi Sumbar Ahmad Zakri, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Syaiful Bahri, serta Direktur Sarana dan Prasarana Kebudayaan Kemenbud Feri Arlius.