MEDAN — Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution memastikan akan kembali membuka ruang komunikasi dengan Kesultanan Deli untuk membahas pengelolaan dan aktivitas di Istana Maimun, menyusul penetapan bangunan bersejarah tersebut sebagai Cagar Budaya Nasional.
Bobby mengatakan, komunikasi dengan Kesultanan Deli sejatinya telah terjalin sejak dirinya menjabat sebagai Wali Kota Medan.
Baca Juga: Pemko Medan Resmi Cabut Program One Day No Car untuk ASN, Ini Alasannya Saat itu, Pemerintah Kota Medan kerap berkoordinasi dengan pihak kesultanan terkait pemanfaatan dan pengelolaan Istana Maimun.
"Dari saya sebelum jadi gubernur sebenarnya, saya sudah sering berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Kesultanan," kata Bobby di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Senin, 19 Januari 2026.
Ia mengungkapkan, Pemerintah Kota Medan bahkan sempat menawarkan program revitalisasi Istana Maimun sebagai bagian dari upaya pelestarian bangunan bersejarah tersebut.
Menurut Bobby, langkah itu dilakukan untuk memastikan fungsi istana tetap terjaga sebagai simbol sejarah dan budaya Melayu Deli.
"Bahkan dulu kami menyampaikan untuk revitalisasi Istana Maimun. Kami dari Pemko Medan menyanggupi waktu itu untuk melakukan revitalisasi," ujarnya.
Kini, setelah Istana Maimun resmi berstatus Cagar Budaya Nasional, Bobby menilai peran Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menjadi lebih strategis.
Ia menegaskan Pemprov akan lebih aktif menjalin komunikasi dengan Kesultanan Deli, terutama dalam merumuskan program edukasi dan penguatan nilai sejarah.
"Setelah ini kami dari Pemprov, karena ini sudah menjadi Cagar Budaya Nasional, akan terus berkomunikasi agar Istana Maimun benar-benar digunakan untuk memberikan ilmu pengetahuan tentang Kesultanan, bukan yang lain-lain," kata Bobby.