JAKARTA – Karya seni rupa Indonesia terus mencuri perhatian pasar seni internasional.
Sejumlah lukisan seniman Tanah Air terjual dengan harga fantastis di berbagai rumah lelang dunia, mulai dari karya maestro Raden Saleh hingga seniman kontemporer seperti Christine Ay Tjoe dan I Nyoman Masriadi.
Rekor tertinggi dicatat oleh Raden Saleh lewat lukisan Banteng Hunt atau Perburuan Banteng.
Baca Juga: Dengan KUHAP Baru, Perlindungan Saksi dan Korban Jadi Bagian Sistem Peradilan Karya pelopor seni lukis modern Indonesia itu terjual hampir Rp 150 miliar di rumah lelang Jack-Philippe Ruellan, Prancis, pada Januari 2018.
Penjualan tersebut menjadi tonggak penting pengakuan seni rupa Indonesia di kancah global.
Nama S. Sudjojono juga mencatatkan harga tinggi melalui lukisan Pasukan Kita yang Dipimpin Pangeran Diponegoro.
Karya tersebut dilepas di Balai Lelang Sotheby's Hong Kong dengan nilai Rp 85,7 miliar, jauh melampaui estimasi awal.
Dari generasi berikutnya, Hendra Gunawan mencatatkan dua karya bernilai tinggi, yakni Ali Sadikin Pada Masa Kemerdekaan yang terjual Rp 52,19 miliar serta Bathing in the Shower dengan harga Rp 18 miliar.
Keduanya mempertegas posisi Hendra Gunawan sebagai salah satu maestro seni rupa Indonesia.
Raden Saleh kembali masuk daftar lewat lukisan A View of Mount Megamendung yang dilepas Rp 36 miliar, sementara Lee Man Fong mencuri perhatian kolektor lewat Prosesi Warga Bali yang terjual Rp 34 miliar.
Seniman kontemporer pun tak kalah bersinar.
Christine Ay Tjoe mencatatkan penjualan Rp 34,7 miliar lewat karya Lights for the Layer, disusul I Nyoman Masriadi dengan The Man From Bantul yang terjual Rp 10 miliar.