KLUNGKUNG — Gubernur Bali Wayan Koster memimpin Upacara Tawur Agung Labuh Gentuh, Pangruak Bhumi, Bhumi Sudha, Panegteg Jagat, dan Pitra Dekot di Kawasan Pusat Kebudayaan Bali (PKB), Kabupaten Klungkung, Senin (29/12).
Upacara dilaksanakan tepat pada rahina Kajeng Kliwon Enyitan, sebagai bagian dari ritual penyucian kawasan sebelum pembangunan Zona Inti PKB dimulai tahun 2026.
Upacara dipuput oleh tokoh-tokoh agama Hindu Bali, termasuk Ida Ratu Shri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun dan sejumlah pedanda lainnya.
Baca Juga: Libur Nataru 2025/2026, Menhub dan Wagub Bali Pastikan Penyeberangan Gilimanuk Aman Prosesi sakral ini juga digelar secara serentak di empat zona utama PKB: Purwa (timur), Daksina (selatan), Pascima (barat), dan Utara.
Setelah persembahyangan, Gubernur Koster bersama Bupati Klungkung I Made Satria melaksanakan prosesi Nyakupang Karang dan Nuwek Bagia di kawasan seluas 326 hektare, disaksikan jajaran kepala daerah dari Bali serta OPD terkait.
Dalam arahannya, Gubernur Koster menekankan pentingnya penyucian kawasan PKB yang pernah terdampak letusan Gunung Agung pada 1963 serta aktivitas galian C yang membuat area sempat terbengkalai.
"Setelah upacara ini, Kawasan Pusat Kebudayaan Bali akan dibangun secara bertahap mulai 2026, fokus pada Zona Inti," ujarnya.
Pembangunan Zona Inti PKB meliputi fasilitas budaya, panggung terbuka, panggung tertutup, wantilan, dan berbagai fasilitas pendukung lain.
Proyek ini ditargetkan selesai pada 2027, sehingga Pesta Kesenian Bali ke-50 pada 2028 dapat diselenggarakan di kawasan baru ini.
Total anggaran pembangunan mencapai Rp1,2 triliun, dengan proses tender dimulai Februari–April 2026.
Gubernur Koster menambahkan, PKB diharapkan menjadi pusat seni dan budaya Bali, mendukung kegiatan seperti Pesta Kesenian Bali, Festival Seni Bali Jani, dan agenda seni budaya lainnya.