JAKARTA — Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan tengah menyiapkan langkah strategis untuk mendaftarkan tempe sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) atau Intangible Cultural Heritage (ICH) ke UNESCO.
Proses pengusulan ini ditargetkan rampung dan disahkan pada sidang ICH UNESCO yang dijadwalkan pada Maret 2026.
"Tempe dipilih karena kesiapan data yang sangat lengkap, mulai dari riset mendalam, dokumentasi kuat, hingga dukungan nyata dari komunitas pemangku kepentingan," kata Endah T.D. Retnoastuti, Dirjen Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, saat ditemui di Seminar Budaya Tempe di Kompleks Kemendikbudristek, Jakarta, Jumat (19/12/2025).
Baca Juga: Fadli Zon Resmikan KCBN Muarajambi, 115 Candi Jadi Warisan Dunia Indonesia Proses pengusulan ini telah dimulai sejak tahun lalu. Karena keterbatasan kuota UNESCO, di mana setiap negara hanya boleh mengirimkan satu usulan setiap dua tahun, Indonesia harus memilih prioritas dari ribuan potensi WBTb lainnya.
Jika disahkan, tempe akan menjadi WBTb ke-17 dari Indonesia, menyusul batik, wayang, keris, angklung, noken, pinisi, pantun, gamelan, jamu, kolintang, dan lainnya.
"Tempe bukan sekadar makanan. Ini merupakan sistem pengetahuan lokal yang memiliki nilai universal," imbuh Endah.
Pengusulan ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat dan para pemangku kepentingan, sebagai upaya menjaga sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner dan budaya Indonesia ke dunia.*
(vo/ad)