JEPARA – Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengunjungi sentra kerajinan ukir Jepara pada Sabtu (15/11/2025) sore, menekankan pentingnya pengakuan internasional bagi seni ukir yang telah menjadi identitas budaya Indonesia.
Fadli Zon tiba di Jepara sekitar pukul 16.45 WIB dan disambut oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo, Wakil Bupati M. Ibnu Hajar, anggota DPRD Abdul Wahid, serta para seniman setempat.
Dalam kunjungan tersebut, ia menyaksikan proses menatah secara langsung dan memuji detail serta nilai artistik dari setiap karya ukir.
Baca Juga: Hari Angklung 16 November: Warisan Budaya Indonesia yang Diakui UNESCO "Di sini kita melihat karya-karya ukir Jepara mendapatkan apresiasi tinggi. Sudah banyak pesanan dari luar negeri. Kami ingin ukir Jepara tidak hanya menjadi kerajinan, tetapi karya seni bernilai tinggi," ujar Fadli Zon.
Menteri Kebudayaan menyatakan pemerintah tengah mempersiapkan pendaftaran ukir Jepara sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia ke UNESCO.
Menurut Fadli, banyak karya ukir membutuhkan proses panjang, bahkan bertahun-tahun, sehingga memuat ekspresi dan imajinasi kuat para maestro ukir.
"Kita ingin karya ukir ini menjadi bagian dari warisan budaya dunia. Para maestro ukir di Jepara luar biasa, tidak banyak jumlahnya dan mereka telah mendedikasikan hidupnya untuk seni ukir," katanya.
Fadli juga mendorong penyelenggaraan pameran seni ukir Jepara dalam skala nasional melalui Galeri Nasional (Garnas).
Pameran ini akan menampilkan karya-karya terpilih dengan penilaian kurator, sehingga mengangkat ukir Jepara ke ranah seni kontemporer.
"Kita harus ada pamerannya. Nanti kita atur dan dorong supaya karya ukir Jepara tampil dalam pameran seni yang ideal," tambahnya.
Selain itu, Fadli menyoroti sejumlah karya unik seperti koleksi keris dan bilah panjang, yang menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung dan kolektor.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menegaskan ukir Jepara sebagai simbol budaya Indonesia sekaligus meningkatkan nilai seni dan ekonomi kreatif lokal.*