BADUNG – Gubernur Bali, Wayan Koster, memberikan apresiasi atas pelaksanaan pertukaran seni budaya suku warga Long Yan dari mancanegara, yang digelar oleh Yayasan Paguyuban Warga Long Yan, di Ballroom Hotel Intercontinental, Jimbaran, Badung, Jumat (7/11/2025).
Menurut Koster, kegiatan ini memperkuat citra Bali sebagai destinasi perdamaian dunia sekaligus membangun solidaritas lintas negara, daerah, dan suku.
"Kegiatan ini merupakan wujud nyata pelestarian nilai seni dan budaya yang luhur, sekaligus memperkuat hubungan antarbangsa melalui diplomasi budaya," ujarnya.
Baca Juga: Kunjungan Istri Wapres, Ny. Putri Koster Paparkan Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Gubernur menekankan pentingnya menjaga hubungan baik Indonesia dan China.
Dalam kesempatan itu, ia mengenakan tenun tradisional endek berwarna merah, warna yang kerap diasosiasikan dengan budaya China, sebagai simbol persahabatan antarbangsa.
Koster memuji kekuatan budaya China yang sejalan dengan budaya Bali.
"Peradaban yang kuat menjadikan China negara maju, dan semangat loyalitas serta kerja keras masyarakatnya patut menjadi teladan," katanya.
Ia juga menyinggung pengalamannya menghadiri kegiatan G20 di Bali pada 2022 serta pertemuan dengan Presiden China, Xi Jinping.
Lebih jauh, Gubernur Bali menegaskan bahwa pertukaran budaya tidak hanya mempertemukan seniman, tetapi juga membangun pemahaman dan toleransi di tengah globalisasi.
"Melalui seni dan budaya, kita dapat mengirimkan pesan perdamaian, toleransi, dan kemanusiaan kepada dunia," ujarnya.
Koster berharap generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku dan pewaris budaya yang aktif.